Perluasan Bandara 'Diamond' Banjarmasin Rp 2,3 T Akan Rampung 2017

Perluasan Bandara 'Diamond' Banjarmasin Rp 2,3 T Akan Rampung 2017

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Senin, 18 Mei 2015 18:11 WIB
Perluasan Bandara Diamond Banjarmasin Rp 2,3 T Akan Rampung 2017
Banjarmasin - PT Angkasa Pura I (AP I) memulai pengembangan Bandara Internasional Syamsudin Noor di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel). Bandara yang secara desain arsitektur mengadopsi bentuk berlian atau 'diamond' tersebut membutuhkan waktu konstruksi selama 18 bulan hingga 24 bulan.

Artinya proyek perluasan dan peremajaan terminal hingga apron bandara tersebut baru tuntas 2017. Biaya perluasan proyek ini menelan dana hingga Rp 2,3 triliun.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan saat berbicara di acara groundbreaking Bandara Syamsudin Noor, Banjarmasin, Kalsel, Senin (18/5/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pembangunan 2 tahun. Mudah-mudahan bisa diperpendek antara 18-24 bulan. Anggaran pengembangan Rp 2,3 triliun," ujar Jonan.

Di depan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), Jonan menjelaskan program pengembangan bandara yang dibiayai tanpa uang Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tersebut. Biaya pembangunan dikeluarkan oleh dana AP I selaku BUMN operator bandara di Indonesia.

Program revitalisasi bandara tersebut nantinya akan menambah luas terminal hampir 20 kali lipat yakni dari 6.641 m2 menjadi 125.000 m2. Kapasitas penumpang juga bertambah yakni dari 1,3 juta penumpang menjadi 10 juta penumpang per tahun.

"Sekarang sudah nggak normal yakni kapasitas terpasang 1,3 juta orang sekarang layani 3 kalinya 3,7-3,9 juta orang per tahun. Aero bridge (garbarata) ada 5 buah, sekarang nggak ada. Terus check in counter dari 20 jadi 40 buah," ujarnya.

Jonan juga menyampaikan kapasitas apron atau parkir bandara, akan dinaikkan dari 51.072 m2 menjadi 106.972 m2.

"Nanti setiap tahun nanti melayani 30.000 pergerakan pesawat atau dari 80 pergerakan pesawat per hari bisa jadi 200 pergerakan per hari. Tambah 2,5 kali lipat.," sebutnya.

Jonan memberi saran kepada Direktur Utama AP I Tommy Sutomo, agar memperpanjang runway Bandara Syamsudin Noor. Dengan perpanjangan runway, Jonan menilai pesawat berbadan lebar sekelas Boeing 747 hingga 777 bisa masuk sehingga bisa melayani penerbangan Internasional jarak jauh tanpa transit.

Selama ini, penumpang diambil atau diangkut memakai pesawat berbadan sedang sekelas Boeing 737 kemudian dibawa ke bandara besar di Indonesia untuk berpindah ke pesawat berbadan lebar.

"Kita minta AP I untuk panjangkan runway, salah satu layani embarkasi haji tanpa transit. Sekarang masih transit di Batam dan Surabaya. AP I mohon dibangun panjang runway jadi 2.500-3.000 meter. Perizinan mudah. Pak Tommy minta izin bawa kertas dan pulpen sendiri. Beliau ketik sendiri. Selesai cepat," paparnya

(feb/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads