Target itu dinilai beberapa kalangan cukup tinggi. Namun Gobel sepertinya yakin bila targetnya itu dapat direalisasikan dengan dibantu oleh para pejabat eselon I, Kementerian Perdagangan (Kemendag). Walau kondisi ekonomi dunia saat ini sedang lesu.
Selain dibantu pejabat di lingkup Kemendag, Gobel juga secara pribadi menunjuk staf khusus. Tugasnya tidak lain adalah membantu ia mengusung target yang ingin dicapai yaitu peningkatan ekspor sebesar 300% hingga 2019.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang pertama adalah Gusmardi Bustami yang ditunjuk sebagai Staf Khusus bidang Kebijakan Perdagangan Internasional. Gusmardi adalah mantan Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag pada saat era kepemimpinan Menteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan.
Lalu ada Ardiansyah Parman yang ditunjuk Gobel sebagai Staf Khusus bidang Penguatan Perdagangan Nasional. Ardiansyah saat ini aktif sebagai Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN).
Nama lain yang tidak kalah tenar adalah Beny Soetrisno yang ditunjuk sebagai Staf Khusus bidang Pemasaran Produksi Indonesia di Dalam Negeri dan Luar Negeri. Benny aktif sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Tenaga Kerja Kadin Indonesia. Selain Beny, ada nama Johnny Darmawan Danusasmita sebagai Staf Khusus bidang Perdagangan Potensi Industri Nasional. Johnny adalah Mantan Presdir Toyota Astra Motor (TAM).
Kemudian nama lainnya yang masuk adalah Chris Kanter sebagai Staf Khusus bidang Antar Lembaga Negara. Chris pernah menjabat sebagai anggota Komite Ekonomi Nasional dan juga pernah menjabat sebagai Vice President Apindo, dan juga pernah menjabat Wakil Ketua Kadin 1994-2010. Chris juga pernah menjadi Komisaris di PT Indosat Tbk dan Presiden Direktur Sigma Sembada Group.
Nama lain yang masuk adalah Rinaldi Syarif sebagai Staf Khusus bidang Penguatan Citra Perdagangan dan Bob hardian sebagai Staf Khusus bidang Tekhnologi dan Perdagangan elektronik (e-commerce).
(wij/rrd)











































