Pemerintah Ambil 2,5% Dari Konsesi Pelabuhan Tercanggih RI

Pemerintah Ambil 2,5% Dari Konsesi Pelabuhan Tercanggih RI

Wiji Nurhayat - detikFinance
Selasa, 19 Mei 2015 10:02 WIB
Pemerintah Ambil 2,5% Dari Konsesi Pelabuhan Tercanggih RI
Jakarta - Pemerintah mengambil jatah konsesi 2,5% dari pengelolaan Pelabuhan Teluk Lamong Surabaya, Jawa Timur. Kesepakatan ini terjadi setelah penandatanganan antara Menteri Perhubungan Ignasius Jonan dengan Direktur Utama PT Pelindo III (Persero) Jarwo Surjanto.

"Penandatanganan konsesi ini sesuai dengan Undang-undang (UU) Pelayaran, jadi jalankan saja lah. Tinggal nanti implementasinya bagaimana. Konsesi ini tarifnya tidak besar 2,5% sama seperti zakat," kata Jonan di Kantor Kementerian Perhubungan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (19/05/2015).

Menurut Jonan, konsesi tersebut merupakan bagian dari jatah pengelolaan Pelindo III selama 72 tahun dengan total nilai investasi di tahap I sebesar Rp 3,84 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mudah-mudahan bisnisnya maju lah. Ada bayar zakat 2,5% kita doakan. Ini sama dan sudah pas," tambahnya.

Di tempat yang sama, Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub Bobby R Mamahit menjelaskan hal yang sama. Bobby menambahkan, tarif dasar kontainer di Teluk Lamong disesuaikan dengan ketentuan yang ditetapkan yaitu US$ 82/Teus untuk kontainer internasional dan domestik Rp 150.000/Teus.

"Konsesi itu dihitung dari pendapatan kotor, tergantung dari keluar masuknya kapal. Tentunya konsesi adalah pengusaha memberikan kontribusi kepada pemerintah atas pendapatannya. Mulai penarikannya 11 November 2014. Saat itu diterbitkan Surat izin untuk ujicoba," jelasnya.

Pengembangan investasi terminal Teluk Lamong akan dilaksanakan dalam 4 tahap. Untuk tahap I telah dilaksanakan sejak 2012-2014 dengan nilai investasi Rp 3,84 triliun. Pembangunan tersebut antara lain dermaga petikemas internasional seluas (500 x 50) m2, dermaga petikemas domestik seluas (450 x 30) m2, jembatan penghubung sepanjang (1.500 x 20) m2, lapangan penumpukan seluas 23,86 hektar, serta ship to shore (STS) crane internasional 2 unit, STS crane domestik 3 unit, dan automated stacking crane (ASC) 10 unit.

Sedangkan untuk tahap II dilaksanakan pada 2014-2016 dengan nilai investasi Rp 7 triliun, antara lain meliputi pembangunan dermaga curah kering seluas (250 x 30) m2, lapangan penumpukan, 15 unit powerplan (pembangkit listrik), tambahan 2 unit STS crane internasional, 3 unit STS crane domestik, 10 unit automatic stacking crane, serta reklamasi area penunjang.

Selanjutnya, untuk pengembangan tahap III akan dilaksanakan pada 2021-2023 dengan tambahan investasi Rp 5,7 triliun, dan tahap IV akan dilaksanakan penambahan kapasitas infrastruktur dan peralatan dengan tambahan investasi Rp 6,8 triliun. Sehingga total investasi pengembangan Terminal Multipurpose Teluk Lamong sampai dengan tahap IV pada 2030 sebesar Rp 23,4 triliun.

Pelabuhan ini merupakan pelabuhan berteknologi semi otomatis yang ramah lingkungan dan tercanggih di Indonesia. Rencananya Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan meresmikan pelabuhan ini pada 20 Mei 2015, bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional.

(wij/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads