RI Gencar Bangun Infrastruktur, Tapi Kekurangan Insinyur

RI Gencar Bangun Infrastruktur, Tapi Kekurangan Insinyur

Maikel Jefriando - detikFinance
Selasa, 19 Mei 2015 18:40 WIB
RI Gencar Bangun Infrastruktur, Tapi Kekurangan Insinyur
Jakarta - Indonesia saat ini kekurangan stok insinyur, sementara masih banyak insinyur Indonesia banyak bekerja di luar negeri. Dengan gencarnya pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) membangun infrastruktur, diharapkan membuat para insinyur tersebut balik ke Indonesia.

Sekjend Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Heru Dewanto menuturkan, banyak insinyur yang sekarang bekerja di luar negeri. Seperti di Silicon Valey Amerika Serikat. Kemudian juga yang terlibat dalam berbagai proyek besar seperti pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) di Singapura.

β€Ž"Ada sekitar 80 insinyur yang bekerja di Silicon Valey, dan juga ada yang terlibat dalam proyek MRT di Singapura, juga banyak orang Indonesia-nya. Mereka akan kembali bekerja di Indonesia, asalkan siap tampung," ungkapnya usai pertemuan dengan Presiden Jokowi di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (19/5/2015)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Heru, pemerintah sudah membuktikan upaya untuk menarik para insinyur tersebut. Adalah dengan menggenjot pembangunan di berbagai sektor. Karena artinya jasa insinyur akan dapat digunakan semaksimal mungkin.

β€Ž"Kalau ada program skala besar seperti sekarang, mereka akan kembali ke tanah air. Kan ini supply and demand. Termasuk juga yang sekarang bekerja di bidang lain, akan kembali ke jalur insinyur," papar Heru.

Di samping itu sekarang akan diaktifkan kembali sertifikasi untuk insinyur. Sehingga ada ukuran yang jelas terkait kapasitas dari insinyur tersebut.

"Untuk insinyur yang ada di Indonesia, kita mengaktifkan sertifikasi profesi insinyur. Dengan cara ini insinyur akan tambah banyak dan dorong kapasitas insinyur," imbuhnya.

(mkl/rrd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads