Hal ini diungkap dalam survei yang dilaksanakan oleh perusahaan penyedia informasi dan riset, Nielsen Holdings. Riset tersebut dilakukan secara online dalam kurun waktu antara 23 Februari-13 Maret 2015.
"Lebih dari sepertiga konsumen Indonesia (33%) menyebut keadaan ekonomi sebagai kekhawatiran terbesar mereka dalam 6 bulan ke depan," kata Managing Director Nielsen Indonesia Agus Nurudin dalam konferensi pers di kantor Nielsen, Mayapada Tower, Jl Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (20/5/2015).
Yang mengejutkan, kata Agus, kriminalitas dan kesehatan ternyata cukup membuat para konsumen khawatir. Bahkan kriminalitas menempati posisi kedua teratas.
"Kriminalitas berada di urutan kedua (23%) dan kesehatan di urutan kelima (14%)," ucapnya.
"Tampaknya konsumen menganggap bahwa situasi ekonomi dalam 6 bulan terakhir menjadi lebih sulit dan memicu terjadinya peningkatan tindak kejahatan," tambahnya.
Namun ia yakin pemerintah akan mengambil langkah strategis untuk mengatasi hal ini. Agus optimis, kondisi semacam ini tak akan berlangsung lama.
"Kami percaya pemerintah akan mengambil langkah yang diperlukan untuk memulihkan keadaan ekonomi agar konsumen dapat kembali meraih rasa aman," tuturnya.
Survei global ini melibatkan lebih dari 30.000 konsumen online. Konsumen tersebut tersebar di 60 negara di seluruh Asia-Pasifik, Eropa, Amerika Latin, Timur Tengah, Afrika dan Amerika Utara.
Margin of error sebesar 0,6% dengan menggunakan standar pelaporan minimal 60% penetrasi internet atau 10 miliar populasi online untuk survei inklusi.
(Nur Khafifah/Angga Aliya)











































