Akibat Tsunami, 12 Industri Besar di Aceh Rusak
Rabu, 16 Feb 2005 17:34 WIB
Banda Aceh - Sebanyak 12 industri besar di Aceh rusak setelah dihantam tsunami pada 26 Desember 2004 lalu. Kerugian akibat kerusakan ini sedikitnya mencapai US$ 200 juta. Demikian diungkapkan Usep Syamsuddin dari Departemen Perdagangan dan Industri kepada wartawan di Pendopo Gubernur NAD, Rabu (16/2/2005). PT Semen Andalas Indonesia merupakan salah satu industri yang terkena dampak tsunami paling parah. Dua unit kapal pengangkut PT Semen Andalas sampai saat ini masih berada di jalan aspal di kawasan Lhoknga, Aceh Besar. "Tapi kita sudah mengupayakan semen curah. Artinya, semennya dibantu oleh Semen Andalas, Cibinong dan Indosemen. Tapi kemasannya tetap Semen Andalas. Semata-mata agar Semen Andalas tidak hilang dari pasaran," ujarnya. Saat ini, kata dia, sekitar 22 ribu ton semen telah didatangkan untuk kebutuhan Lhokseumawe dan Banda Aceh. Menyusul sekitar 556 ribu sak atau sektiar 27 ribu ton. "Sekarang kita sedang mengatur sistem distribusi semen di sini. Prinsipnya semua untuk memudahkan perizinan, modal serta prosedur," katanya lebih lanjut. Industri lainnya yang juga mengalami rusak parah, beberapa perusahaan kayu, AMDK, cold storage, minyak kelapa dan juga Pupuk Iskandar Muda. Sedangkan untuk usaha menengah dan kecil, pembuatan batu-bata dan garam rakyat, industri yang terkena dampak paling parah. "Sekarang ini kita sedang mendesain paket modal dan teknologi agar industri-industri itu bisa segera menyerap tenaga kerja," tandas Usep.
(asy/)











































