Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 21 Mei 2015 08:27 WIB

Temuan Baru Menteri Susi: Perbudakan di Ambon

Wiji Nurhayat - detikFinance
Jakarta - Setelah kasus perbudakan anak buah ‎kapal (ABK) asing di Benjina, Kepulauan Aru oleh PT Pusaka Benjina Resources (PBR) terungkap, kasus serupa juga kembali ditemukan. Tim Satgas Anti Mafia Illegal Fishing menemukan kasus tersebut di Ambon, Maluku.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengungkapkan, kuat dugaan kasus perbudakan di Ambon memiliki hubungan yang sama dengan di Benjina.

"‎Di Ambon ada 100 kapal Thailand dari Grup Canawi (dari Thailand) dan grup yang sama dengan Benjina‎," ungkap Susi‎ saat ditemui di kediaman pribadinya, Komplek Perumahan Menteri Widya Chandra Jakarta, Rabu malam (20/05/2015).

Susi menyebut perbudakan di Ambon, Maluku juga dilakukan oleh perusahaan perikanan dalam negeri yaitu ‎Mabiru. Pihaknya sudah mendapatkan beberapa fakta serta data dan siap akan dipublikasikan dalam waktu dekat.

"Kita akan melakukan penyidikan di Ambon yang dikelola oleh Mabiru. Indikasi perbudakan cukup kuat dan grupnya sama‎," kata Susi.

Khusus kasus perbudakan di Benjina, Susi terus melihat perkembangannya. Susi punya keinginan kuat agar kasus ini segera diselesaikan dan menyeret beberapa pelaku yang terlibat di dalamnya.

"Polisi sudah sampai kasus perbudakan. Tersangka sudah 7 orang. Polri kita harap masuk ke sisi korporasi. Kita juga kan menyidik dari sudut illegal fishing-nya," sebut Susi.



(Wiji Nurhayat/Wahyu Daniel)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
CNN ID
×
World Now
World Now Selengkapnya