Bos Pelindo II Tertarik Pinjam US$ 3 Miliar dari Bank Dunia

Bos Pelindo II Tertarik Pinjam US$ 3 Miliar dari Bank Dunia

Wiji Nurhayat - detikFinance
Kamis, 21 Mei 2015 12:48 WIB
Bos Pelindo II Tertarik Pinjam US$ 3 Miliar dari Bank Dunia
Jakarta - Bank Dunia menawarkan pinjaman hingga US$ 11 miliar atau sekitar Rp 143 triliun (kurs Rp 13.000) ke pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk 3-4 tahun ke depan. Pihak Pelindo II atau IPC berminat mendapatkan pinjaman untuk proyek pembangunan Pelabuhan Sorong dan Ambon.

Direktur Utama IPC RJ Lino mengungkapkan pihaknya membutuhkan pinjaman lunak sebesar US$ 2-3 miliar. Pinjaman ini digunakan IPC untuk mengembangkan pelabuhan baru di kawasan Indonesia Timur terutama Pelabuhan Sorong dan Ambon.

"Kita ingin US$ 2-3 miliar untuk perintis dan buat beberapa pelabuhan lain seperti Sorong dan Ambon‎," katanya saat mendampingi Presiden World Bank Jim Yong Kim berlayar dari Pelabuhan Sunda Kelapa ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara dengan menaiki kapal Quicksilver VI‎, Kamis (21/05/2015).

Menurut Lino, rencana pihaknya mengembangkan pelabuhan di Indonesia timur direspons positif oleh Kim. Apalagi Bank Dunia, punya target khusus yang mengurangi jumlah tingkat kemiskinan di dunia.

"World Bank sangat antusias sekali apalagi mereka memiliki financing yang murah. Kita butuh itu. Proyek yang ditawarkan?
Semua tergantung pada kita tetapi mereka tertarik untuk membangunan daerah yang tertinggal. Jadi Indonesia Timur adalah satu misi proyek mereka‎," tutur Lino.

Lino menambahkan bisnis pelayaran perintis masih akan terus berkembang hingga jangka waktu yang cukup panjang. Jadi diperlukan kesiapan pelabuhan dari sisi fasilitas maupun infrastruktur untuk menampung lonjakan kapal.

‎"Mereka (World Bank) tertarik sekali untuk membantu kita untuk membangun. Sorong kan kita mau bangun, saya juga pemerintah untuk membangun 35 pelabuhan kecil-kecil Indonesia timur. Saya sudah bilang sekarang itu kalau dilihat secara ekonomi pelabuhan itu sudah hampir 40 tahun perintis. Kalau lihat sekarang 100 tahun masih perintis. Kita akan bangun Sorong dan pelabuhan satelitnya bagus. Jadi harus terintegrasi," kata Lino.

Dari total pinjaman yang ditawarkan Bank Dunia, antara lain US$ 8 miliar berasal dari Bank Dunia, sedangkan US$ 3 miliar sisanya berasal dari International Finance Corporation (IFC) dan Multilateral Investment Guarantee Agency (MIGA).

(Wiji Nurhayat/Suhendra)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads