Demikian diungkapkan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro dalam jumpa pers bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono beserta jajaran, di Gedung Djuanda, Kemenkeu, Jakarta, (21/5/2015)
"Dalam catatan yang saya terima, per 20 Mei, pendapatan negara adalah sebesar Rp 502,7 triliun atau 28,5% dari total pendapatan dalam target," ujarnya.
Mayoritas pendapatan ini disumbang dari penerimaan pajak yang meningkat realisasinya setelah kuartal I-2015. Bambang menambahkan, peran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) masih sangat kecil, khususnya dari sektor minyak dan gas bumi (migas). Sebab masih terpengaruh terhadap harga minyak dunia yang masih rendah.
"Kalau PNBP perannya nggak mungkin bisa tinggi banget," tegas Bambang.
Sedangkan belanja negara pada periode yang sama mencapai Rp 548 triliun atau 27,7% dari total 2015. Belanja terbesar adalah dari Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Polri, Kementerian Sosial (Kemensos), dan Kementerian Agama (Kemenag).
"Belanja sudah cukup meningkat, sekarang sudah mencapai Rp 548,7 triliun," jelasnya.
Untuk defisit anggaran dilaporkan mencapai Rp 50 triliun. Sampai akhir tahun, pemerintah tetap menjaga posisi defisit anggaran sampai dengan batas 2,2% terhadap PDB.
"Kita punya toleransi sampai dengan 2,2% terhadap PDB," tukasnya.
(Maikel Jefriando/Wahyu Daniel)











































