Yuddy beralasan, penggunaan sistem CAT pada perekrutan PNS banyak dampak positifnya. Salah satunya adalah mencegah praktik kongkalikong alias penyimpangan.
"Sistem CAT digunakan untuk wilayah yang sudah terkoneksi dengan baik menggunakan teknologi IT. Metode ini terbaik yang akan terus ditetapkan untuk menjamin hasil obyektif dan menutup kongkalikong atau penyimpangan, bayar membayar dalam proses perekrutan PNS. Hasil juga langsung real time," tegas Yuddy saat ditemui di kediaman rumah dinas ribadinya, Widya Chandra IV No. 22 Jakarta, Jumat (22/05/2015).
Memang diakui Yuddy penerapan penggunaan CAT masih memiliki banyak keterbatasan. Seperti akses IT yang masih terbatas dan wilayah Indonesia yang begitu luas.
"Hambatannya ada di daerah yang belum memiliki sinyal yang memadai untuk koneksi internet. Belum tersedianya fasilitas untuk diselenggarakannya sistem CAT harus berangkat ke kota lain. Seperti di pedalaman Kalimantan, Garut, Cikotok, Papua saya terbang di Puncak Jaya dan saya mendarat di Tolikara," paparnya.
Yuddy mentargetkan, pihaknya akan bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) untuk menyediakan akses satelit, agar jaringan internet bisa mudah digunakan.
"Yang penting ada diskresi agar tidak kehilangan haknya. Tahun 2017 harusnya sudah mendekati 100%, sekarang sudah di atas 70%. Kerjasama dengan Kominfo seperti luncurkan satelit khusus di atas Papua seperti Palapa. Tetapi yang penting harus adanya political hand," tukasnya.
(Wiji Nurhayat/Wahyu Daniel)











































