Ini Saran Dubes AS Agar RI Bisa Bangun Industri Mobil Hingga Ponsel

Ini Saran Dubes AS Agar RI Bisa Bangun Industri Mobil Hingga Ponsel

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Jumat, 22 Mei 2015 15:58 WIB
Ini Saran Dubes AS Agar RI Bisa Bangun Industri Mobil Hingga Ponsel
Jakarta - Pemerintah Amerika Serikat (AS) meminta Pemerintah Indonesia mengurangi hambatan perdagangan. Apalagi Indonesia akan menghadapi pasar bebas ASEAN. Indonesia juga butuh mengembangkan industri komponen hingga manufaktur sektor telepon seluler (ponsel) hingga mobil.

"Kesimpulannya, Indonesia harus mengurangi hambatan perdagangan," kata Duta Besar AS untuk Indonesia Robert O. Blake saat berbincang di kediamannya di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (22/5/2015).

Robert menjelaskan banyak manfaat Indonesia bila melonggarkan regulasi yang menghambat perdagangan internasional.
"Negara yang membuka hambatan perdagangan akan memiliki pertumbuhan perdagangan dan menaikkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Robert mengilustrasikan AS serta negara Meksiko dan Kanada. Tergabung di dalam North America Free Trade Area (NAFTA), ketiga negara sepakat melongkarkan atau mengurangi hambatan perdagangan. Hasilnya terciptanya kenaikan perdagangan 3 kali lipat di antara ketiga negara hingga terciptanya lapangan kerja.

"Indonesia dahulu seperti Amerika, marketnya masih sangat besar. Cuma perusahaan Indonesia masih fokus di dalam negeri. Padahal bila perdagangan dibuka, banyak peluang di pasar ASEAN," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Robert juga menyinggung perihal investasi di Indonesia. Ada hal yang menurut penilaiannya masih menjadi hambatan alias penghambat. Salah satunya ialah kewajiban penggunaan komponen lokal untuk produksi di Indonesia.

"Perusahaan seperti Apple dan Samsung, mereka berkeliling dunia mencari komponen yang murah dan kualitas terjamin. Sedangkan Indonesia belum mampu memenuhi komponen dengan harga dan kualitas yang sama," katanya.

Robert memberi saran agar Pemerintah Indonesia menyiapkan industri komponen yang dapat mendukung aktivitas industri di Indonesia.

"Saya pernah tinggal di India. Di sana pasarnya tinggi. Mereka memutuskan bukan ekspor mobil melainkan memulai dari komponen atau suku cadang mobil. Kemudian produksi mobil. Sebaiknya Indonesia mulai dengan pengembangan industri komponen," jelasnya.

(Feby Dwi Sutianto/Suhendra)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads