"Awalnya kita mau bangun hotel, tapi kita melihat prospek hotel kurang bagus, apalagi setelah ada larangan PNS rapat di hotel. Tingkat okupansi hotel turun 20%-30%," kata Sekretaris Perusahaan Metland Olivia Surodjo, usai Rapat Umum Pemegang Saham Terbatas (RUPST), di Hotel Rafflesia, Jakarta, Jumat (22/5/2015).
Namun, lahan yang seharusnya digunakan untuk membangun hotel diganti dengan membangun gedung perkantoran. Tapi harus dilakukan perubahan izin, karena izin awalnya untuk hotel.
"Kita putuskan menjadi office tower, kebetulan konstruksinya kan belum. Izin awal untuk hotel, jadi saat ini sedang proses peralihan izin dan persiapan pra konstruksi. Tahun depan izin selesai jadi bisa langsung konstruksi," ungkapnya.
Presiden Direktur Metland Nanda Widya mengatakan, pembatalan pembangunan hotel tersebut, juga karena jumlah hotel di Jakarta sudah cukup banyak.
"Pertama karena okupansi hotel turun karena larangan PNS, kemudian karena hotel di Jakarta ini sudah terlalu banyak. Di Jakarta sudah banyak, over supply kan nggak bagus juga," tutup Nanda.
Seperti diketahui, pemerintah sebelumnya mengeluarkan aturan larangan rapat di hotel, namun kemudian pemerintah sedikit merevisi aturan tersebut, sehingga PNS masih bisa rapat di hotel namun dengan persyaratan yang cukup ketat.
(Rista Rama Dhany/Angga Aliya)











































