Dirjen Standardisasi dan Perlindungan Konsumen (SPK) Kementerian Perdagangan (Kemendag) Widodo mengatakan jenis karet yang digunakan pada selang gas merek 'Gas Kita' tak sesuai standar. Kondisi selang 'Gas Kita' tak lentur sehingga rawan sobek dan bisa bocor, sehingga akhirnya menimbulkan kebakaran.
"Dari uji lab kemaren, kelenturannya tidak sesuai. Jadi kalau kaku, saat ada hawa panas itu bisa menimbulkan percikan api yang menjalar ke regulatornya," kata Widodo di kantor Kemendag, Jakarta, Jumat (22/5/2015)
Meski demikian, Widodo mengakui belum menerima laporan adanya kejadian kebocoran gas atau kebakaran karena merek 'Gas Kita' yang diimpor oleh PT MLS. Namun masyarakat diharapkan agar waspada bila menggunakan produk tersebut.
"Sampai sekarang belum ada kejadian yang meledak. Tapi kita berharap tidak kejadian di masyarakat," jelasnya.
Pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap produk yang diimpor dari China oleh PT MLS tersebut. Agar produk yang sudah beredar di pasar dan digunakan oleh masyarakat segera ditarik dan diganti.
"Kan masih ada ribuan, kalau meledak kan bahaya. Jadi harus segera ditarik," katanya.
Sebelumnya selang dengan kode produksi SC 0911 ini ditemukan setelah dilakukannya razia di gudang miliki PT MLS, di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Barat.
Jumlahnya mencapai 1.630 buah. Kemudian sebanyak 360 buah ditarik dari yang beredar di pasar. Pihak PT MLS mengakui sempat melepas 6.000 unit selangnya ke pasar, sebagian sudah ditarik dan sebagian masih beredar.
(Maikel Jefriando/Suhendra)











































