Apa Kabar Program <i>New E-Toll Pass</i> Pintu Tol?

Apa Kabar Program <i>New E-Toll Pass</i> Pintu Tol?

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Minggu, 24 Mei 2015 19:04 WIB
Apa Kabar Program New E-Toll Pass Pintu Tol?
ilustrasi
Jakarta - PT Jasa Marga Tbk (JSMR) selaku operator jalan tol sempat menggandeng PT Bank Mandiri Tbk (JSMR) dan PT Telkom Tbk (TLKM) untuk mengembangkan pintu tol otomatis canggih atau On Board Unit (OBU) atau yang dikembangkan jadi New E-Toll Pass.

Dengan alat ini, pengguna jasa tol bisa membayar tol tanpa antre dan kendaraan tetap bisa melaju kencang, hingga tak perlu berhenti dan membuka kaca mobil. Alat ini awalnya diperkenalkan kepada Menteri BUMN saat masih dijabat oleh Dahlan Iskan. New E-Toll Pass awalnya ditargetkan diluncurkan sebelum akhir 2014, namun kini belum terealisasi.

Corporate Secretary PT Jasa Marga David Wijaya menjelaskan pengembangan OBU versi terbaru masih berjalan meskipun realisasinya mundur dari jadwal. Pengembangan sistem ini dipegang oleh Bank Mandiri.

"Sekarang Bank Mandiri sedang kembangkan bisa lebih cepat nggak perlu memperlambat," kata David kepada detikFinance Minggu (24/5/2015).

Mesin OBU terbaru nantinya akan dijual jauh lebih murah dari mesin OBU lama. Mesin OBU lama dinilai masih terlalu mahal karena dibanderol sekitar Rp 600.000 per unit. Meski pernah dinyatakan gagal dan dinilai terlalu mahal, Bank mandiri selaku penerbit OBU masih menjual versi lama.

Selain akan dijual lebih murah, mesin e-toll pass terbaru tersebut bisa memungkinkan kendaaran untuk membayar tol saat melaju dengan kecepatan 60 km per jam tanpa harus mengurangi kecepatan. Saldo pada OBU akan berkurang secara otomatis saat melewati pintu tol otomatis yang terpasang pada pintu masuk atau pintu ke luar tol.

"Sekarang 20 km per per jam nanti yang baru 60 km per jam," ujarnya.

Dampak alat versi lama yang masih mahal harganya, pengguna jalan tol lebih memilih antre berlama-lama untuk masuk ke pintu tol dengan cara pembayaran tunai. Padahal Jasa Marga telah menyediakan fasilitas Gerbang Tol Otomatis (GTO) untuk mendukung layanan e-toll pass menggunakan mesin OBU atau e-money.

Mesin e-toll pass awalnya diujicoba secara massal pada Maret 2013 oleh Dahlan di dekat pintur Tol Bandara Soekarno Hatta. Dahlan mendorong penggunaan OBU dan pemasangan GTO di setiap pintu masuk atau keluar tol sehingga mampu mengurai kemacetan namun program OBU Bank mandiri dinilai gagal karena tidak mampu mengurai kemacetan di pintu tol.

Pengguna jalan tol tetap memilih antre pada gerbang manual. Alasannya mesin OBU dinilai terlalu mahal. Selanjutnya, Dahlan mendorong BUMN keroyokan mengembangakan e-toll pass versi terbaru dengan harga Rp 300.000 per unit. Mesin e-toll pass terbaru juga bisa dipakai mendukung program Electronic Road Pricing (ERP) atau sistem jalan di DKI Jakarta.

Alat ini sempat diujicoba oleh Dahlan di Gerbang Tol Kalimalang II pada 3 Oktober 2014. Dahlan kala itu menargetkan mesin toll versi terbaru ini telah dipasarkan pada akhir 2014. Faktanya, mesin OBU versi terbaru ini belum juga diluncurkan hingga hari ini.

(Feby Dwi Sutianto/Suhendra)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads