Alat <i>E-Toll Pass</i> Mahal, Pengguna Tol Pilih Antre di Gerbang Tunai

Alat <i>E-Toll Pass</i> Mahal, Pengguna Tol Pilih Antre di Gerbang Tunai

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Senin, 25 Mei 2015 09:44 WIB
Alat E-Toll Pass Mahal, Pengguna Tol Pilih Antre di Gerbang Tunai
Jakarta - Antrean panjang kerap ditemui di gerbang tol Jakarta. Namun ada gerbang yang selalu lancar tanpa ada antrean, yaitu fasilitas Gerbang Tol Otomatis (GTO).

Fasilitas GTO hanya dipakai untuk kendaraan yang punya mesin On Board Unit (OBU) alias atau disebut juga E-Toll Pass dan pembayaran non tunai (E-Toll).

Ketua Umum Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) Fathurohman menjelaskan pengguna jalan tol lebih memilih mengantre panjang di gerbang pembayaran manual ketimbang harus membeli mesin OBU yang ditawarkan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).

Para pengguna jalan menilai harga mesin OBU tersebut terlalu mahal, yaitu sebesar Rp 600.000 per unit.

"E-toll pass (perkembangannya) lambat, orang beli alatnya relatif mahal," kata Fathurohman kepada detikFinance, Senin (25/5/2015).

Fathurohman menjelaskan operator jalan tol telah melakukan berbagai upaya mendorong pengguna jalan tol pakai pembayaran non tunai. Faktanya, pengguna jalan tol lebih memilih antre berlama-lama di gerbang tol manual.

"Kita coba pasang GTO tapi pengguna jalan masih antre berjam-jam di gerbang manual," ujarnya.

Menurutnya, lebih baik penjualan OBU dilakukan melalui kerjasama dengan produsen mobil, jadi seperti dibuat paket khusus untuk setiap pembelian mobil baru.

"Bisa juga langsung dimasukkan oleh produsen mobil," jelasnya.

Seperti diketahui mesin OBU atau E-Toll Pass saat ini dikeluarkan oleh Bank Mandiri. Harga per unit dijual Rp 600.000.

Dengan OBU, pengguna tol bisa tetap menggeber kendaraannya saat melakukan pembayaran tol di GTO. Sensor pada OBU akan tertangkap oleh sensor pada GTO sehingga pintu akan terbuka otomatis tanpa harus membayar secara manual atau menempelkan kartu (e-toll) di gerbang tol.

Namun produk OBU dari Bank Mandiri dinilai terlalu mahal oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terdahulu, yaitu Dahlan Iskan. Akhirnya Dahlan mendorong PT Telkom Tbk, PT Bank Mandiri dan PT LEN, untuk keroyokan mengembangakan e-toll pass versi terbaru dengan harga Rp 300.000 per unit.

Mesin e-toll pass terbaru juga bisa dipakai mendukung program Electronic Road Pricing (ERP) atau sistem jalan di DKI Jakarta. Alat ini sempat diujicoba oleh Dahlan di Gerbang Tol Kalimalang II pada 3 Oktober 2014. (Feby Dwi Sutianto/Angga Aliya)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads