Agus Marto dan Jonan Kumpul Bareng di Ambon Bahas Kebangkitan Maritim

Agus Marto dan Jonan Kumpul Bareng di Ambon Bahas Kebangkitan Maritim

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Senin, 25 Mei 2015 11:00 WIB
Agus Marto dan Jonan Kumpul Bareng di Ambon Bahas Kebangkitan Maritim
Ambon - Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah Pusat dan Daerah melakukan rapat koordinasi membahas kebangkitan maritim Indonesia dengan tema Memperkuat Sinergi Kebijakan Mendorong Pengembangan Ekonomi Berbasis Maritim.

Hadir dalam acara ini Gubernur BI Agus Martowardojo beserta jajarannya, Gubernur Maluku Said Assegaf, Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indroyono Susilo, Dirjen Keuangan Daerah Kemendagri Reydonnyzar Moenek, dan Dirjen Kelautan, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (KP3K) KKP Sudirman Saad.

Agus mengatakan, potensi kemaritiman saat ini sangat besar, beberapa hal yang dapat didorong dari industri maritim adalah terkait sektor usaha di perikanan tangkap, perikanan budidaya, industri pengelolaan hasil ikan, industri bioteknologi kelautan, pariwisata bahari, transportasi laut, industri jasa maritim, sumber daya pulau kecil.

"Estimasi nilai ekonomi sektor maritim, bisa lebih besar dari saat ini. Kita punya luas laut 5,9 juta km persegi, 95 ribu panjang pantai, 17.400 pulau," ujar Agus di The Natsepa Resort and Conference Center, Ambon, Maluku, Senin (25/5/2015).

Menurutnya, potensi sektor perikanan saat ini masih cukup kecil hanya sebesar 2,3% dari PDB tahun 2014 yang ternyata masih terkonsentrasi di pulau Jawa.

Saat ini, ekspor di sektor perikanan khusus di negara ASEAN masih dikuasai Thailand yang salah satu alasannya adalah karena supply chain Thailand ke pasar Ekspor sangat efisien.

Agus menyebutkan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendorong peningkatan konektivitas laut dan industri maritim.

PDB ekonomi di kawasan Indonesia timur terbilang rendah, salah satu hal yang menjadi dasarnya adalah terdapat kesenjangan logistik muatan antara Indonesia Timur dan barat.

"Beberapa permasalahan yang terkait hal tersebut adalah masih lemahnya daya saing infrastruktur khususnya di transportasi laut di Indonesia Timur," ujar dia.

Di tempat yang sama, Jonan menjelaskan, pemerintah sudah membangun strategi dalam mengatasi ini di antaranya dengan membangun tranportasi berbasis multimoda untuk mendukung sislognas, mempercepat pembangunan transportasi multimoda, membangun keseimbangan transportasi nasional dan transportasi yang berbasis lokal atau kewilayahan, membangun sistem dan jaringan transportasi laut yang terintegrasi untuk mendukung investasi di koridor ekonomi dan koridor non ekonomi.

Selain itu, meningkatkan keselamatan dan kemanan penyelenggara transportasi laut, menyeimbangkan sarana dan prasarana transportasi laut yang seimbang.

Dia menyebutkan, beberapa implementasi yang akan dilakukan oleh pemerintah adalah dengan pembangunan tol laut, membuat rencana pengembangan pelayanan angkutan barang trayek tetap dan teratur, dan membangun fasilitas pelabuhan komersil.

"Ada juga fasilitas untuk transportasi udara seperti bandara khususnya untuk kargo barang akan terus ditingkatkan," kata Jonan.

(Dewi Rachmat Kusuma/Angga Aliya)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads