Pengusaha RI Minta Kesempatan Lebih Banyak Garap Proyek Infrastruktur

Pengusaha RI Minta Kesempatan Lebih Banyak Garap Proyek Infrastruktur

Maikel Jefriando - detikFinance
Senin, 25 Mei 2015 11:50 WIB
Pengusaha RI Minta Kesempatan Lebih Banyak Garap Proyek Infrastruktur
Jakarta - Pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, meminta pemerintah lebih banyak memberikan kesempatan pengusaha dalam negeri untuk menggarap proyek-proyek infrastruktur. Apalagi Pemerintahan Presiden Joko Widodo fokus membangun Wilayah Indonesia Timur.

Ketua Umum Kadin Indonesia, Suryo Bambang Sulisto ‎berharap agar pemerintah lebih mengoptimalkan pengusaha nasional.‎ Ketimbang membuka ruang terlalu besar untuk investasi asing seperti yang terjadi wilayah barat.

"Sebagai contoh kalau di Riau, itu lebih banyak dikuasai (investor) asing. Maka Indonesia timur harus dikembangkan oleh industri nasional," ungkapnya dalam acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kadin Indonesia Timur di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (25/5/2015)

Suryo mengatakan, banyak sekali pengusaha nasional yang berkapasitas‎ untuk mendorong pembangunan. Misalnya, untuk sektor kemaritiman, pertanian, energi, pertambangan, pariwisata, dan lainnya.

"Ini yang disebut dengan ekonomi inklusif, di mana seharusnya digunakan untuk wilayah timur. Jadi pengusaha lokal itu bisa ikut berkontribusi terhadap pembangunan di daerahnya," papar Suryo.

‎Secara nasional, kata Suryo, pemerintah sudah memberikan berbagai kemudahan dalam perizinan dengan pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Selanjutnya hal tersebut dilanjutkan ke pemerintah daerah.

"Sekarang tinggal peran Pemda dalam pembangunan dan berbagai penyederhanaan birokrasi. Kepada para pengusaha dan Kadin di daerah diharapkan dapat segera mengambil kesempatan tersebut," terangnya.

Reza V Maspaitella, Ketua Bidang Investasi Perbankan dan Pengembangan Usaha Wilayah Timur, Kadin mengungkapkan‎, pentingnya pembangunan adalah untuk mengatasi berbagai persoalan. Di antaranya ketimpangan sosial, tingginya biaya ekonomi dan keterbatasan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

‎"Kita siap untuk mendorong berbagai rencana pembangunan di berbagai sektor apapun," kata Reza.

(Maikel Jefriando/Rista Rama Dhany)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads