"Total impor buah 2014 menurun dibandingkan sebelumnya atau dari US$ 653 juta menjadi US$ 450 juta. Permintaan buah impor masyarakat turun," tegas Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Kemendag Srie Agustina saat ditemui di Restoran Bumbu Desa Cikini, Jakarta, Senin (25/5/2015).
Penurunan impor buah pada 2014 tersebut, harusnya menjadi peluang petani buah untuk memasok buah lokal dari tingkat pasar modern hingga pasar tradisional. Saat ini antusias masyarakat untuk membeli buah lokal jauh lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Artinya sudah mulai ada ruang bagi buah lokal ke pasar kita. Kita juga gencar untuk terus mensosialisasikan program edukasi konsumen mencintai dan mau membeli produk kita," tuturnya.
Srie mengklaim, mayoritas beberapa pasar modern dan pasar tradisional, buah lokal seperti jeruk, apel hingga salak dan pisang mulai bisa bersaing dengan buah impor baik dari sisi harga maupun kualitas.
"Dulu banyak apel impor di pasar ritel, sekarang sudah banyak buah lokalnya. Jadi sudah buah lokal banyak permintaan," jawab Srie.
(Wiji Nurhayat/Rista Rama Dhany)











































