Ketua Dewan Rakyat Demokratik (Senat) Belarus Mikhail Myasnikovich mengatakan kenaikan itu mencapai 1,8 kali lipat atau hampir 2 kali lipat.
Kenaikan terjadi sejak kunjungan Presiden Belarus Alexander ke Indonesia pada 2013 lalu. Setelah kunjungan tersebut volume perdagangan kedua negara mencapai US$ 215 juta.
"Dan saya yakin angka masih bisa ditingkatkan," kata Myasnikovich saat menerima Ketua Dewan Perwakilan Daerah Irman Gusman dan rombongan di gedung parlemen Minsk, Belarus, Senin (25/5/2015).
Ekspor utama Indonesia ke Belarus antara lain Tembakau, Elektronika, Karet Alam, Tekstil, Polyester, kayu dan furnitur, serta rempah-rempah.
Sementara impor utama Indonesia dari Belarus antara lain: Potassium chloride (potash), ban truck besar (dump truck), benang sintetis, filamen, transmission shaft, alat-alat pertanian, dan beragam jenis metal.
(Erwin Dariyanto/Suhendra)











































