Bawang Merah Impor Ilegal Beredar, Ada Pemain Besar Bermain

Bawang Merah Impor Ilegal Beredar, Ada Pemain Besar Bermain

Suhendra - detikFinance
Selasa, 26 Mei 2015 16:48 WIB
Bawang Merah Impor Ilegal Beredar, Ada Pemain Besar Bermain
Jakarta - Keberadaan bawang merah impor di pasar-pasar induk Jabodetabek dipastikan masuk secara ilegal. Keberadaan bawang impor ilegal ini dikait-kaitkan dengan importir bawang yang bermain.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Abdullah Mansuri kepada detikFinance, Selasa (26/5/2015)

"Ini ada pemain besar yang bermain, cuma butuh kerjasama dengan pemerintah untuk mengungkapnya bukan hanya IKAPPI saja," katanya.
 
Mansuri mengatakan terkait temuannya ini, memang masih perlu didalami oleh pemerintah. Ia mendorong pengawasan bea cukai kementerian keuangan dan kepolisian harus bekerja lebih keras.

Ia mengatakan, seharusnya pemerintah bisa sangat melacak para importir atau pedagang besar yang diduga bermain termasuk memasukan barang secara ilegal. Dari temuannya di lapangan, bawang impor ilegal yang masuk ke Pasar Induk berasal dari kawasan Tanjung Priok.

"Ada pemain yang nakal yang mencoba bermain, pemerintah memang belum membuka impor, tapi ada barang impor," katanya.

Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel menegaskan, bahwa bila ada bawang merah impor yang beredar saat ini di pasar-pasar adalah produk ilegal alias selundupan. Hal ini karena sepanjang 2015, kementeriannya tak pernah mengeluarkan izin impor bawang merah.

"Oh iya lah pasti kala‎u nggak ada izin impor pasti selundupan. Itu impor ilegal karena kita belum keluarkan izin," kata Mendag Gobel.

Selama 2015, Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementerian Pertanian (Kementan) berhasil mencegah serta memusnahkan 206.046 ton bawang merah impor ilegal. Bawang merah impor ilegal ada yang masuk dari Malaysia dan Singapura.

Barantan mencatat dari awal Januari hingga 25 Mei 2015, ada 206.046 ton bawang merah ilegal yang berhasil dimusnahkan.

(Suhendra/Rista Rama Dhany)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads