Tanggapi Survey TII Soal Korupsi
Menkeu: I Don't Care
Kamis, 17 Feb 2005 15:12 WIB
Jakarta - Menteri Keuangan Jusuf Anwar mengaku tidak peduli atas hasil survey Hasil survei Transparency International Indonesia (TII) tentang korupsi yang menempatkan bea cukai sebagai sebagai institusi terkorup kedua setelah peradilan."I don't care. I care dengan perbaikan-perbaikan kondisi di dalam negeri, penegakan good governance. Yang penting itu usaha, bukan cari headline," tegas Menkeu. Menkeu Jusuf Anwar mengatakan hal itu sebelum mengikuti rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (17/2/2005).Meski demikian Menkeu menegaskan, di jajaran Departemen Keuangan terus konsisten melaksanakan good governance. Ia mencontohkan di sektor pajak, dimana sudah banyak aparatnya yang dipecat karena melakukan penyelewengan. "Jadi kalau ada laporan 40 persen pajak kita bocor, itu bullshit. Kalau kita lihat baik-baik, hanya 2 persen dari seluruh wajib pajak yang diperiksa," tegasnya. Ia mengakui, usaha-usaha yang dilakukan pemerintah untuk menegakkan good governance memang tidak terlihat oleh orang luar. "Tapi kita bisa lihat trendnya yang semakin menurun. Jadi kalau mereka (TII) bikin statement, biarin aja. Yang penting kita terus berusaha sebaik-baiknya, meningkatkan transparansi, akuntabilitas dan responsibility," demikian Menkeu.Sebelumnya survei yang dilakukan Transparency International Indonesia (TII) menunjukkan Jakarta dinilai kota paling korup disusul kota Surabaya dan Medan. Sementara institusi yang paling buruk kerjanya adalah lembaga peradilan diikuti Bea Cukai. Survey TII diikuti 1.305 pebisnis yang tersebar di 21 kota/kabupaten se-Indonesia. Peringkat nilai yang digunakan tertinggi 10 dan terendah 0.Dengan nilai berturut-turut, Jakarta mendapat nilai 3,87, Surabaya 3,93 dan Medan 4,09. Sedangkan, tingkat korupsi terendah ada di Wonosobo dengan nilai 5,63 dan Banjarmasin 5,39.
(qom/)











































