Hindari Efek Psikologis, BPS Minta Kenaikan BBM Tak Ditunda
Kamis, 17 Feb 2005 15:32 WIB
Jakarta -
BPS minta pemerintah untuk tidak menunda-nunda kenaikan harga BBM karena penundaan tersebut membawa dampak psikologis dan menyebabkan kenaikan inflasi. "Idealnya jangan ditunda-tunda. Itu nanti akan ada efek psikologis. Kalau mau naik, naik saja," kata Kepala BPS Choiril Maksum sebelum raker dengan Komisi XI DPR RI di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Kamis (17/2/2005).Menurut Choiril, guna menekan dampak inflasi, pemerintah pun harus menjamin ketersediaan suplai bahan kebutuhan pokok serta distribusi. "Kalau suplainya tidak banyak karena distribusi tidak lancar, itu akan menyebabkan harga akan naik," tegas Choiril.Meski demikian, lanjut dia, berdasarkan pantauan BPS, sejauh ini masalah distribusi belum ada tanda-tanda terlambat. "Mudah-mudahan kondisinya tetap kondusif dan tidak ada kejadian luar biasa seperti tsunami yang bisa menghambat distribusi," harap dia.Choiril menduga kenaikan harga BBM tidak akan dilakukan pada Februari ini karena berdasarkan pengalaman sebelumnya, kenaikan harga BBM dilakukan pada awal bulan. Ia menyarankan, untuk menekan inflasi, maka pemerintah perlu melakukan pembedaan kenaikan untuk masing-masing jenis BBM sehingga kenaikan BBM tidak sama untuk setiap jenis BBM. "Jadi semestinya ada diferensiasi seperti minyak tanah yang efek dominonya panjang dan banyak dikonsumsi masyarakat kecil tidak setinggi kenaikannya dengan jenis BBM lain," katanya.
(qom/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































