Dradjad H Wibowo:
Data PDB 2004 BPS Menyesatkan
Kamis, 17 Feb 2005 15:48 WIB
Jakarta - Anggota Komisi XI DPR RI Dradjad H Wibowo menilai data pertumbuhan ekonomi BPS yang menyebutkan PDB Indonesia tahun 2004 tumbuh 5,13 persen sebagai data yang menyesatkan. Menurut Dradjad target 4,8 persen dan pertumbuhan tahun-tahun sebelumnya dihitung dengan menggunakan tahun dasar 1993. Sementara pertumbuhan 2004 menggunakan perhitungan tahun dasar 2000. Hal tersebut disampaikan Dradjad dalam raker antara BPS dengan Komisi XI DPR RI di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Kamis (17/2/2005). "Tahun dasar 2000 mencakup aktivitas usaha yang lebih banyak dari tahun dasar 1993, sehingga nilai nominal maupun riil dari PDB akan lebih besar jika dibandingkan dengan nilai PDB nominal dan riil yang dihitung berdasarkan tahun dasar 1993," papar Dradjad.Ia menambahkan, BPS tidak menggunakan perbandingan apple to apple. Mestinya, menurut dia, BPS juga mengeluarkan angka pertumbuhan ekonomi jika menggunakan tahun dasar 1993 atau membandingkan pertumbuhan tahun-tahun tersebut dengan tahun dasar yang sama yaitu tahun 2000.Dengan menggunakan tahun dasar 1993, lanjut Dradjat, maka pertumbuhan 5,13 persen pada 2004 dimungkinkan jika perekonomian tumbuh 6,18 persen pada kuartal IV 2004. "Angka ini sangat tinggi. Apakah mungkin? Jika kita melakukan simulasi dengan selang pertumbuhan kuartal IV 2004 antara 4,07-4,88 persen, maka kita akan memperoleh angka pertumbuhan 2004 sebesar 4,61-4,81 persen," tukas Dradjad.Dradjad dalam kesempatan itu meminta BPS untuk menyajikan semua angka yang ada baik dengan tahun dasar 1993 maupun 2000. Dengan demikian akan diperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai perekonomian Indonesia.
(qom/)











































