Wapres: Berbahaya Jika Harga BBM Tidak Naik

Wapres: Berbahaya Jika Harga BBM Tidak Naik

- detikFinance
Kamis, 17 Feb 2005 16:04 WIB
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, akan lebih berbahaya jika harga BBM tidak dinaikan karena subsidi yang terlalu tinggi. Subsidi akan makin memperbesar aksi penyelundupan."Jauh lebih berbahaya jika subdidi terlalu tinggi. Terjadi peyelundupan sehingga yang menikmati yang tidak perlu," kata Jusuf Kalla usai penandatangan kerjasama Program Perumahan Pekerja atau Buruh Peserta Jamsostek di Istana Wapres Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (17/2/2005). Kalla menyatakan hal itu ketika disinggung mengenai aksi unjuk rasa jika BBM dinaikan.Selain itu, kata Kalla, saat ini pemerintah Indonesia tidak mempunyau uang untuk kesehatan dan pendidikan.Menurut Kalla, saat ini pemerintah menyiapkan langkah-langkah kompensasi bagi masyarakat meliputi kesehatan, pendidikan yang jauh lebih besar dari tahun-tahun lalu. "Setidaknya dua kali lipat, katanya.Mengenai berapa kenaikan harga BBM, Kalla mengatakan, pemerintah telah mempersiapkannya "Kita tentu persiapkan harga-harga yang akan dilaporkan kepada presiden berapa persennnya. Juga bagaimana langkah pelaksanaan pada waktu itu sehingga berapa pun kenaikan tidak akan terjadi masalah logistik," katanya.Ditanya kenapa pemerintah lambat menaikkan BBM? Kalla menyatakan, pemerintah tidak keberatan menaikkan harga BBM. "Kalau tidak, pemerintah harus mensubsidi Rp 100 triliun," katanya. Ketika ditanya kapan pemerintah akan menaikkan harga BBM, Kalla menyatakan, akan dilakukan dalam waktu dekat ini. "Dalam waktu dekat ini. Pemerintah akan ambil keputusan segera dalam minggu-minggu ini," katanya. (mar/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads