"BUMN punya rumah sakit ada 70 di seluruh Indonesia. Tapi yang paling teruji memang RS Pertamina, kemungkinan operatornya dari sana (Pertamina Bina Medika)," kata Menteri BUMN Rini Soemarno di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Kamis (28/5/2015).
Tujuannya supaya BUMN pemilik rumah sakit bisa fokus kepada bisnis inti tanpa harus direpotkan oleh pengelolaan rumah sakit.
"Untuk rumah sakit kepemilikannya tetap di BUMN itu sendiri, tetapi operatornya akan ada satu operator manajemen rumah sakit," ujarnya.
Untuk memperkuat kinerja Rumah Sakit pelat merah, Kementerian BUMN akan membentuk lembaga atau badan sertifikasi untuk tenaga medis.
"Tujuh puluh rumah sakit itu membutuhkan banyak perawat, kita juga akan membentuk perusahaan sertifikasi perawat, jadi kalau mendapat kerjaan di luar mendapatkan income yang tinggi. Ini juga dengan 70 rumah sakit di bawah satu operator," ujarnya.
Rencana penggabungan rumah sakit BUMN ini sudah dibahas sejak zaman Menteri BUMN Dahlan Iskan.
(Feby Dwi Sutianto/Angga Aliya)











































