24 Peserta Lelang Jabatan Deputi Kementerian BUMN Dites

24 Peserta Lelang Jabatan Deputi Kementerian BUMN Dites

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Jumat, 29 Mei 2015 11:54 WIB
24 Peserta Lelang Jabatan Deputi Kementerian BUMN Dites
Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melakukan lelang jabatan untuk posisi 6 pejabat tinggi, yaitu Deputi. Lelang jabatan ini memasuki tahap pemaparan makalah personal dan wawancara.

Dari 90 kandidat, sebanyak 24 kandidat yang lolos tahap administrasi. Selanjutnya, 24 kandidat dari berbagai latar belakang seperti Pegawai Negeri Sipil (PNS), profesional swasta, hingga Direksi BUMN sejak kemarin hingga hari ini dipanggil ke lantai 17 Kementerian BUMN untuk mengikuti seleksi akhir.

"Tesnya dari kemarin sampai sekarang. Hari ini terakhir," kata Ketua Seleksi, yang juga Sekretaris Kementerian BUMN, Imam A. Putro kepada detikFinance, di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (29/5/2015).

Dari daftar hadir yang ada di meja sekretariat seleksi, terdapat 14 kandidat yang telah menjalani proses seleksi. Tim seleksi memanggil setiap kandidat ke dalam ruang seleksi. Hari ini, seleksi dimulai pukul 08.30 WIB.

"Di dalam, kandidat 15 menit presentasi dan 20 menit wawancara," ujar salah satu pantia seleksi.

Tim seleksi sendiri terdiri dari internal Kementerian BUMN, Direksi BUMN hingga akademisi.

Berikut daftar 6 jabatan yang diperubutkan oleh kandidat:

  • Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan, dan Pariwisata (dibuka untuk PNS dan Non PNS)
  • Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media (dibuka untuk PNS dan Non PNS)
  • Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana/Prasarana Perhubungan (dibuka untuk PNS dan Non PNS)
  • Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha (dibuka untuk PNS dan Non PNS)
  • Deputi Bidang Infrastruktur Bisnis (khusus untuk PNS)
  • Staf Ahli Bidang Komunikasi Strategis dan Hubungan Industrial (dibuka untuk PNS dan Non PNS)

Imam mengatakan, untuk menjamin proses seleksi berlangsung independen, tim seleksi datang dari internal dan eksternal Kementerian BUMN. Kandidat yang lolos seleksi akhir, selanjutnya diusulkan ke Menteri BUMN Rini Soemarno.

Tim seleksi menjamin nama yang diusulkan merupakan kandidat yang lolos dengan nilai tertinggi, sehingga mencegah penilaian bahwa lelang jabatan hanya bersifat formalitas.

"Yang jelas nanti ada grading (peringkat). Yang nilai tinggi akan kami loloskan," kata Imam.

Untuk menjamin seleksi berjalan secara independen, tim seleksi terdiri dari Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir, Deputi Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi M Yusuf, Guru Besar Universitas Indonesia Rhenald Kasali, kemudian dari internal ada Sekretaris Kementerian BUMN Imam A. Putro dan Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Kontruksi dan Jasa lain, Gatot Trihargo.

Proses seleksi akan berlangsung ketat, sebab tim seleksi akan menggelar seleksi ulang dan mengundang kandidat baru bila tidak ada kandidat yang lolos.

"Bicara kemungkinan lolos tergantung kandidat. Kalau nilai tinggi kita loloskan kalau nggak lolos seleksi, kita kan ulang bidding untuk lelang jabatan (posisi yang tidak ada kandidat yang lolos)," jelasnya.

Usai lolos seleksi, selanjutnya nama dibawa dan diusulkan oleh tim seleksi ke Tim Penilai Akhir (TPA) yang diketuai oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tim seleksi Kementerian setidaknya menyerahkan 3 nama untuk 1 posisi. Artinya 18 nama akan diberikan ke Jokowi, untuk mengisi 6 posisi jabatan yang dilelang.

"Pansel final akan diserahkan ke Bu Menteri kemudian dibawa ke Bapak Presiden. Syarat TPA, setidaknya ada 3 nama diusulkan untuk seleksi 1 posisi," ujarnya.

Tim TPA selanjutnya menetapkan nama-nama kandidat yang diusulkan untuk menjadi pejabat tinggi di Kementerian BUMN. (Feby Dwi Sutianto/Wahyu Daniel)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads