Tak ingin hal tersebut terulang, kementerian pimpinan Marwan Jafar ini bakal menggandeng Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang dipimpin Susi Pudjiastuti untuk melakukan kerjasama dan pendampingan transmigrasi bidang kelautan.
"Rencananya kami akan melakukan MoU (nota kesepahaman) sekitar bulan depan dengan KKP untuk bekerjasama mensukseskan program transmigrasi sektor kelautan yang fokus di nelayan," tutur dia saat berbincang bersama detikFinance, awal pekan ini.
Menurutnya, kerjasama ini punya arti penting dalam melakukan perbaikan tata laksana program transmigrasi terutama di sektor kelautan dan wilayah pesisir.
Marwan mengatakan, hal ini merupakan titik balik pemecahan masalah ego sektoral yang selama ini menjadi biang keladi terhambatnya keberhasilan program transmigrasi.
"Apa lagi semangatnya Pak Jokowi itu sinergi antar lembaga dan menghilangkan ego sektoral. Jadi ini sangat terbantu, pak menteri juga bilang ini kesempatan kita untuk kerja efektif karena transmigrasi ini nggak bisa jalan sendiri. Harus kerjasama lintas sektor," jelas dia.
Adapun, bentuk kerjasama ini nantinya melingkupi sisi perencanaan, penyiapan sarana dan prasarana sampai pemberdayaan sesampainya nelayan di lokasi transmigrasi.
"Karena nelayan itu kan harus ada cold storage-nya, harus ada kapalnya, yang jelas pelatihannya juga, kemudian bagaimana membentuk kelembagaan masyarakatnya. Bagaimana pun nelayan kan berbeda dengan petani. Nah, itu yang harus saling sinergi. Kami di transmigrasi nggak punya ilmunya, jadi harus kerjasama dengan kementerian yang lain yang teknis yang lebih menguasai," pungkas dia.
(Dana Aditiasari/Dewi Rachmat Kusuma)











































