"Cabai merah kenaikan 22,22% andil 0,1%. Karena memang pasokan dari sentra produksi berkurangan. Terjadi kenaikan di 69 kota, tertinggi di Medan dan Banda Aceh," kata Kepala BPS, Suryamin, di kantornya Pasar Baru, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2015).
Berikutnya adalah daging ayam ras yang 5,09%, andil ke inflasi 0,06%. Hal ini terjadi gara-gara stok yang terbatas. Kenaikan harga ayam ras tertinggi terjadi di Tanjung Pandan dan Jambi.
Telur ayam ras juga naik 6,13% dan memberi andil 0,04% ke inflasi. Hal ini akibat tingginya permintaan menjelang bulan puasa. Kenaikan tertinggi terjadi di Batam dan Bandar Lampung.
"Bawang merah kenaikan 6,19% andil 0,03%.β Karena pasokan berkurangan. Tertinggi di Kupang dan Sumenep," jelasnya.
Sementara tarif listrik naik 6,2% dengan andil ke inflasi sebesar 0,02%. Kenaikan ini sudah sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM. Kenaikan tertinggi terjadi di Pontianak.
Kurangnya pasokan dari nelayan membuat harga ikan segar naik 0,58% dan memberi andil inflasi 0,02%. Hal ini terjadi karena pengaruh dari cuaca buruk.
Menipisnya stok bawang putih juga membuat harganya naik 8,81%. Bawang putih menyumbang 0,02% inflasi Mei, kenaikan tertinggi ada di Manado.
"Ada juga yang deflasi. Beras turun 0,88%, andilnya 0,04%," ujarnya.
(Angga Aliya/Rista Rama Dhany)











































