"Jika target swasembada daging 100% dipenuhi dari daging lokal, akan butuh waktu 30 tahun bahkan lebih, baru bisa swasembada. Jika ditambah dengan masuknya bibit sapi impor dari luar target itu bisa dipercepat," katanya saat ditemui di gedung Kementan kawasan Ragunan, Jakarta, Senin (1/6/2015).
Saat ini menurut Muladno, Indonesia masih mengimpor daging dan sapi hidup dengan jumlah yang cukup besar. Alasannya adalah antara kebutuhan dan pasokan sapi lokal hidup yang ada tidak seimbang.
"Sampai saat ini masih diperlukan impor daging, kalau nggak bisa habis semua stok kita," katanya.
Di tempat yang sama, Menteri Pertanian (Mentan) Amran sulaiman mengaku siap memberikan rekomendasi impor sapi hidup dan daging sapi beku. Impor daging sapi beku dan sapi hidup dilakukan untuk pemenuhan kebutuhan saat puasa dan lebaran juga untuk meredam harga.
"Antisipasi kenaikan harga daging sapi, kita sudah siapkan 2-3 bulan sebelumnya agar daging dapi sudah tersedia. Sudah ada izinnya, kami siapkan rekomendasi untuk impor," sebut Amran.
(Wiji Nurhayat/Rista Rama Dhany)











































