"Kenaikan tertinggi untuk cabai merah adalah Medan dengan 95% dan Banda Aceh 94%," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin di kantornya, Jakarta, Senin (1/6/2015)
Tingginya harga cabai merah, kata Suryamin memang dikarenakan oleh pasokan yang tidak mencukupi. Terutama dari kota satelit produksi. Seringkali kurangnya pasokan terjadi di daerah pinggiran kota.
"Memang karena pasokan dari sentra produksi yang tidak cukup," imbuhnya.
Ini menjadi masalah, karena menjelang puasa dan lebaran, kebutuhan cabai merah akan menjadi lebih besar. Bila pasokan masih kurang, maka harga cabai merah akan melejit.
"Pemerintah harus mulai mempertimbangkan berbagai kebijakan untuk mengatasi persoalan ini," terangnya.
Selain itu, beberapa komponen pangan yang harus diperhatikan pemerintah adalah minyak goreng, ayam, telur ayam, bawang merah. Sementara beras, setidaknya harus diupayakan tetap pada posisi deflasi.
"Memang paling utamanya beras. Kalau bisa dijaga terus deflasi, maka lebih bagus lagi. Ini harus dilakukan semua wilayah," tukas Suryamin.
(Maikel Jefriando/Angga Aliya)










































