"Audit rencananya pada Oktober-November 2015. Audit ini memang dilakukan secara berkala setiap 4 tahun sekali. Harapan kita lolos, kita sudah siap, malah sejak tahun sebelumnya kita sudah siap," kata Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Suprasetyo, kepada detikFinance, Selasa (2/6/2015).
Audit ICAO ini sangat penting bagi Indonesia. Bila lolos dengan baik, maka Indonesia dipandang positif di mata internasional.
"Kita yang terpenting konsisten kalau sudah dapat nilai kita harus konsisten. Yang sering, kalau dapat nilai bagus nggak mau belajar. Habis itu harus kita ubah," ungkapnya.
Sebelumnya, audit yang sama juga pernah dilakukan oleh Transportation Security Administration (TSA) dari Amerika Serikat pada Bandara Ngurah Rai, Bali.
"Kita pernah diaudit oleh TSA tahun 2005-2007. Kita lolos. Itu untuk security di Bandara Ngurah Rai. Saya nilai, itu yang terbaik," tambahnya.
Proses audit yang dilakukan TSA dari berbagai aspek seperti sarana dan prasarana bandara hingga personil keamanan.
"Yang diadit bukan hanya orang, ada prosedur ada prasarana, di sisi air side dan terminal. Pagarnya paling bagus," tutupnya.
(Feby Dwi Sutianto/Rista Rama Dhany)











































