Moody's Naikkan Outlook Indonesia Jadi Positif

Moody's Naikkan Outlook Indonesia Jadi Positif

- detikFinance
Jumat, 18 Feb 2005 11:29 WIB
Jakarta - Lembaga pemeringkat internasional Moody's meningkatkan outlook Indonesia dari stabil menjadi positif. Outlook positif itu adalah untuk obligasi valas yang berperingkat BB, tabungan negara dalam valas yang berperingkat BBB dan utang pemerintah dalam rupiah dan valas yang berperingkat BB.Moody's dalam siaran persnya, Jumat (18/2/2005) menyampaikan, perubahan outlook itu dikaitkan dengan membaiknya rasio utang pemerintah Indonesia baik untuk utang dalam valas maupun keseluruhan posisi utang pemerintah. Rasio utang luar negari terhadap neraca berjalan dinilai telah membaik sejak krisis keuangan Asia tahun 1997. Meski masih tinggi, namun diharapkan rasio utang mengalami perbaikan yang cukup significan di masa depan. Moody's menilai, membaiknya rasio utang pemerintah merupakan hasil dari kombinasi kebijakan fiskal yang menjaga defisit tetap rendah, relatif cepatnya pertumbuhan PDB dan menguatnya nilai tukar Rupiah. Saat ini pemerintah menargetkan angka defisit sebesar 1 persen dari PDB pada 2004 dan diperkirakan mencapai nol persen pada 2008. Selanjutnya Moody's berharap posisi utang pemerintah Indonesia membaik dalam beberapa tahun ke depan. Sementara posisi utang pemerintah membaik, utang luar negeri masih menjadi sumber kerapuhan karena rasio utang terhadap penerimaan dalam neraca berjalan lebih tinggi daripada rata-rata kategori peringkat BB. Tingginya level utang luar negeri pemerintah bagaimanapun akan berubah komposisinya karena dikendalikan oleh mayoritas kreditur resmi. Moody's menilai faktor ini juga memberikan sejumlah risiko karena kreditur swasta dapat mempengaruhi reschedulling Paris Club. Namun Moody's berharap hal ini tidak akan terjadi di masa depan. Indonesia dinilai telah melengkapi transisinya menjadi pemerintahan yang lebih demokratis selama tahun 2004 dan pada akhirnya bisa menikmati kondisi politik yang relatif stabil. Pemerintahan baru juga terlihat sangat berniat untuk melakukan reformasi institusi dan akan memperbaiki lingkungan investasi termasuk reformasi peradilan dan anti korupsi.Moody's percaya bahwa saat ini terlalu awal untuk menilai kesuksesan usaha-usaha pemerintahan SBY tersebut. Namun yang patut dicatat adalah investasi telah meningkat hingga akhr 2004. Usaha-usaha pemerintah untuk meningkatkan level investasi penting untuk mencapai tujuan pemerintah mencapai pertumbuhan PDB yang lebih cepat dalam jangka menengah. Selain itu Moody's tidak percaya bahwa bencana tsunami yang melanda Aceh dan Nias pada 26 Desember lalu akan memberi pengaruh yang significan pada kelayakan kredit pemerintah, dengan mengesampingkan tingginya biaya hidup masyarakat dan pembangunan infrastruktur di Aceh. Karena seski Paris Club menawarkan moratoriunm, pemerintah tidak begitu saja menerimanya. Bahkan pemerintah Indonesia berharap jika pinjaman untuk bantuan tsunami dicairkan, maka tidak perlu ada lagi moratorium. Untuk ke depan, Moody's menegaskan, setiap perubahan peringkat akan tergantung dari setiap perkembangan dari implementasi reformasi yang telah diumumkan pemerintahan baru. Reformasi itu diantaranya dalam bidang investasi baik PMA maupun PMDN dan ekspor yang merupakah hasil dari peningkatan investasi. (qom/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads