Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, delapan bendungan baru itu merupakan bagian dari total 49 bendungan yang akan dibangun hingga 2019.
"Tahun depan ada sekitar delapan bendungan yang akan dilelang dengan nilai kontrak Rp 8 triliun," kata Basuki kepada detikFinance, pekan lalu.
Kedelapan bendungan itu, antara lain Bendungan Ciawi senilai Rp 1,69 triliun di Jawa Barat, Bendungan Sukamahi senilai Rp 1,1 triliun di Jawa Barat, Bendungan Kolhua senilai Rp 569 miliar di Nusa Tenggara Timur (NTT), Bendungan Rukoh senilai Rp 553 miliar di Aceh, dan Bendungan Kuil senilai Rp 1,5 triliun di Sulawesi Utara.
Selanjutnya, Bendungan Sukoharjo senilai Rp 1 triliun di Lampung, Bendungan Cipanas senilai Rp 2,1 triliun di Jawa Barat, dan terakhir Bendungan Sindangheula senilai Rp 496 miliar di Banten.
Dengan dibangunnya delapan bendungan baru pada 2016, maka pada dua tahun masa pemerintahan Jokowi–Jusuf Kalla, telah dibangun sebanyak 11 bendungan baru.
Sementara itu pada Juni nanti, Kementerian PU-Pera akan melakukan pemancangan tiang pertama (groundbreaking) tiga bendungan yang telah masuk perencanaan di tahun 2015. Menurut Basuki, ketiga bendungan itu adalah Tanju di Nusa Tenggara Barat (NTB), Mila di NTB, dan Karian di Banten.
"Ketiganya masih dalam proses lelang dan akan dipercepat prosesnya sehingga bisa segera dimulai konstruksinya," kata Basuki.
Investasi Bendungan Tanju sebesar Rp 330, 26 miliar dan Mila sekitar Rp 198 miliar. Kedua bendungan itu seharusnya sudah di-groundbreaking pada Mei 2015, namun terkendala administrasi yang belum selesai.
Sementara itu, Bendungan Karian mengalami pengulangan lelang dan tersisa dua konsorsium yang memperebutkan bendungan dengan nilai kontrak Rp 1,68 triliun tersebut.
(Dana Aditiasari/Angga Aliya)











































