Ditanya Stok Beras Setiap Hari, Mentan Amran: Saya Jamin Cukup!

Ditanya Stok Beras Setiap Hari, Mentan Amran: Saya Jamin Cukup!

- detikFinance
Rabu, 03 Jun 2015 11:45 WIB
Ditanya Stok Beras Setiap Hari, Mentan Amran: Saya Jamin Cukup!
Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman berbicara banyak saat membuka acara Musyawarah Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2015 dengan tema Percepatan Pembangunan Infrastruktur Pertanian untuk Pencapaian Swasembada Pangan, Daya Saing Pertanian dan Kesejahteraan Petani.

Selain bicara soal target swasembada pangan 2017, Amran mengungkapkan bila setiap hari ia selalu ditanya tentang kecukupan stok beras. Amran memastikan stok beras dalam negeri aman dan Indonesia tidak perlu impor beras.

"Kami tiap hari ditanya stok beras, saya yakin, saya jamin cukup," kata Amran di Auditorium Gedung Kementerian Pertanian (Kementan), Rabu (3/6/2015).

Acara ini dihadiri oleh ribuan peserta termasuk kepala dinas pertanian dari 125 kabupaten se-Indonesia. Amran menambahkan, bila saat ini impor beras belum diperlukan. Di tahun lalu pun, ia menilai impor beras tidak memiliki manfaat yang cukup signifikan.

"Tahun lalu (2014) kita impor di Januari 400 ribu ton. Padahal waktu itu stok kita 1,6 juta ton di Januari. Apa manfaatnya impor Januari tahun lalu?," kata Amran.

Menurut Amran, dengan perhitungan realisasi produksi Gabah Kering Giling (GKG) Januari-April 2015 sebesar 31.503.139 ton, atau 42,86% dari target 2015 sebanyak 73,5 juta ton, ia menilai cukup.

Berdasarkan catatannya, produksi GKG pada Januari 3.190.494 ton, Februari 6.703.402 ton, Maret 12.233.883 ton, April 9.375.360 ton, dan Mei diperkirakan sebesar 6.414.720 ton. Produksi gabah nasional masih sesuai dengan target yang sudah ditetapkan. Bahkan bila dihitung dari proyeksi realisasi sampai Mei 2015, diperkirakan mencapai 37 juta ton GKG atau 51% dari target.

"Jadi Oktober-Maret tahun ini produksi lebih besar dari periode yang sama tahun sebelumnya. Ada peningkatan luas tanam dan produktivitas, jadi saya jamin cukup dan tidak perlu impor. Januari-April kita hasilkan ekuivalen beras 32 juta ton, konsumsi 25-26 juta ton. Itu cukup untuk 6-7 bulan," tegasnya.

(Wiji Nurhayat/Rista Rama Dhany)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads