Musthofa, salah seorang pedagang di pasar Induk Rau menuturkan dalam sepekan terakhir beberapa kebutuhan sudah mengalami kenaikan harga. Seperti kacang tanah yang sebelumnya dijual Rp 20.000/kg kini naik menjadi Rp 24.000/kg.
"Minyak goreng curah yang sebelumnya dijual Rp 9.000/liter kini harus dijual dengan harga Rp 10.500/liter, demikian pula dengan gula pasir lokal sebelumnya Rp11.500/kg menjadi Rp 13.000/kg, gula merah sebelumnya Rp 11.000/kg menjadi Rp 13.000/kg, dan tepung tapioka sebelumnya Rp 8.000/kg menjadi Rp 9.000/kg," katanya saat ditemui detikFinance, Rabu (3/6/2015).
Senada dengan Musthofa, Ihol salah satu pedagang sayur di pasar tumpah Ciruas mengatakan, sudah sepekan ini harga sayuran juga melonjak dan harganya relatif tinggi seperti jenis bawang merah dan cabai. Harga bawang merah kini mencapai Rp 25.000/kg padahal pekan lalu harganya sekitar Rp 13.000/kg. Demikian pula harga cabai yang satu pekan lalu hanya Rp 18.000/kg, kini naik menjadi Rp 24.000/kg atau naik Rp 6.000/kg.
"Cabai rawit sebelumnya Rp 15.000/kg kini Rp 20.000/kg dan ayam potong dari Rp 24.000/kg kini Rp 30.000/kg," tutur Ihol.
Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok diakui Ihol karena permintaan yang meningkat menjelang bulan puasa. Sementara untuk pasokannya tidak bertambah. Bagi para pedagang, kenaikan harga ini menjelang berlangsungnya bulan puasa sudah menjadi rutinitas.
Sementara itu, Encep pedagang telur di Pasar Kragilan mengaku kini banyak masyarakat yang membeli langsung ke pasar, karena harga di pengecer sudah naik lebih dulu.
"Sudah sepekan harga telur ayam naik Rp 4.000/kg itu pun harga dari grosir, sebelumnya Rp 18.000/kg kini Rp 22.000/kg. Kalau di pengecer bisa sampai Rp 24.000/kg," tutupnya.
(Wiji Nurhayat/Rista Rama Dhany)











































