Siang ini perusahaan pelat merah tersebut menyambangi kantor Kementerian Perhubungan (Kemenhub) di Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang konstruksi tersebut akan menyampaikan rencana pengembangan LRT.
Acara tersebut juga dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Usai pertemuan tertutup, Direktur Operasi IV Adhi Karya, Pundjung Setya Brata menjelaskan pertemuan antara regulator dan Pemprov DKI bertujuan mensinergikan rute moda transportasi massal perkotaan yang dibuat oleh Kemenhub dan DKI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Pundjung menjelaskan ada tantangan lahan dalam proyek ini. Adhi Karya membutuhkan lahan untuk membangun depo kereta di Cibubur. Sedangkan untuk jalur, Adhi Karya akan memanfaatkan fasilitas jalan tol.
"Kita memang ada persoalan lahan untuk bangun depo. Kita perlu 6 hektar. Ini perlu di-support DKI. Dan ini belum clear. Tapi DKI mau pinjamkan. Nanti skema BOT. Setelah sekian tahun konsesi, nanti lahan akan dikembalikan," ujarnya.
Untuk rute, LRT Adhi Karya akan dibangun melewati jalur Cibubur-Cawang, Bekasi Timur-Cawang, kemudian dari Cawang-Dukuh Atas. Pengembangan rute ini masuk pembangunan fase I. Pembangunan fase I rencananya dimulai 17 Agustus 2015.
"Fase I groundbreaking 17 Agustus. Kalau rute Cibubur-Bogor masuk fase II," sebutnya.
(feb/ang)











































