Menteri Koordinator bidang Perekonomian Sofyan Djalil menuturkan dalam laporan terakhir, stok beras yang dimiliki Bulog sudah mencapai 1,5 juta ton. Jumlah ini menurutnya cukup untuk kebutuhan sampai dengan 6 bulan ke depan.
β"Bulan Juni akan dievaluasi tentang stok beras dalam negeri. Sampai kemarin, mereka (Bulog) ada 1,5 juta ton, maka kita perlu menentukan impor atau tidak. Tapi sampai 6 bulan masih aman," ungkapnya di kantor Kemenko Perekonomian, Kawasan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (3/6/2015)
Namun yang menjadi pertimbangan Sofyan adalah stok beras pasca enam bulan kemudian. Hal itu terjadi karena diprediksi panen raya sudah berakhir. Apalagi ditambah bila ada beras yang digelontorkan untuk operasi pasar (OP) saat lebaran, maka stok beras dipastikan akan terkuras cukup banyak.
"Dengan beras Bulog itu cadangan sangat terbatas setelahnya," tambahnya.
Di dalam evaluasi tersebut, pemerintah juga akan memperhitungkan kebutuhan yang harus diimpor bila memang diperlukan.β Sehingga acuannya adalah tidak ada lagi nantinya kekurangan pasokan beras di masyarakat.
"Maka kita perlu melihat secara overall. Kalau kekurangan segini harus diimpor berapa," tukasnya.
(Maikel Jefriando/Wiji Nurhayat)











































