Karantina Kementan Kembali Musnahkan 1,5 Ton Daging Celeng Ilegal

Karantina Kementan Kembali Musnahkan 1,5 Ton Daging Celeng Ilegal

Wiji Nurhayat - detikFinance
Rabu, 03 Jun 2015 14:08 WIB
Karantina Kementan Kembali Musnahkan 1,5 Ton Daging Celeng Ilegal
Jakarta - Badan Karantina Pertanian (Barantan), Kementerian Pertanian (Kementan) kembali memusnahkan daging celeng alias daging babi hutan ilegal. Kali ini, Baratan Kelas I Bandar Lampung yang memusnahkan 1.560 kg (1,5 ton) daging babi hutan ilegal, Senin (1/6/2015).

"Jumlah ini adalah total dari 2 kali upaya penyelundupan daging babi hutan ke Pulau Jawa, yaitu pada tanggal 20 Mei 2015 sebanyak 560 kg dan tanggal 21 Mei 2015 sebanyak 1.000 kg," ungkap Kepala Sub Humas Barantan, Kementan Arief Cahyono kepada detikFinance, Rabu (3/6/2015).

Arief mengatakan, pemusnahan dilakukan Karantina dengan cara membakar seluruh daging babi hutan di dalam lubang. Prosedur pemusnahan daging celeng dilakukan dengan cara dibakar agar tidak ada penyebaran penyakit dan bakteri hewan yang mematikan.

"Daging babi celeng merupakan media pembawa penyakit hewan karantina yang bersumber dari beberapa wilayah di Pulau sumatera seperti Sumatera Selatan, Jambi dan bengkulu," tambahnya.

Arief menjelaskan, lalu lintas media pembawa daging babi menjadi masalah karena berasal dari kegiatan perburuan yang diragukan dari sisi keamanan pangannya. Hal ini diperparah dengan kelakuan beberapa oknum yang mengoplos daging babi celeng dan sapi dikarenakan struktur daging yang mirip dan harga yang sangat berbeda jauh. Sehingga kegiatan penyelundupan daging babi celeng saat ini marak terjadi di BKP Kelas I Bandar Lampung terutama Wilayah Kerja Pelabuhan Bakauheni.

"Badan Karantina Pertanian telah melakukan berbagai upaya hukum terkait pemasukan daging babi hutan ini, dan bekerjasama pihak Kepolisian serta masyarakat. Badan Karantina Pertanian mempunyai tanggung jawab untuk memberikan jaminan produk pangan yang akan beredar di masyarakat sesuai dengan prinsip kesehatan dan sanitasi, sehingga masyarakat terjamin konsumsi pangannya," katanya.

(Wiji Nurhayat/Rista Rama Dhany)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads