Dibangun 17 Agustus 2015, Ini Dia LRT Usulan Jokowi

Dibangun 17 Agustus 2015, Ini Dia LRT Usulan Jokowi

Maikel Jefriando - detikFinance
Kamis, 04 Jun 2015 12:15 WIB
Dibangun 17 Agustus 2015, Ini Dia LRT Usulan Jokowi
Foto: Reuters
Jakarta - Pemerintahan di bawah Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyiapkan moda transportasi baru untuk mengatasi kemacetan di kawasan Jabodetabek. Adalah Light Rail Transit (LRT) yang juga diyakini cocok untuk wilayah metropolitan.

PT Adhi Karya Tbkβ€Ž (ADHI) ditunjuk langsung untuk melaksanakan proyek tersebut. Direncanakan mulainya pembangunan pada 17 Agustus 2015.

Berbagai persiapan tengah dilakukan. Di antaranya adalah Peraturan Presiden (Perpres) untuk penunjukan langsung ADHI. Proses ini sedikit lama, karena harus ada beberapa aturan yang diharmonisasikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut β€Žini fakta menarik soal proyek LRT yang menjadi usulan Jokowi:

Groundbreaking 17 Agustus 2015

Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, usai Perpres diterbitkan maka pada 17 Agustus mendatang proyek siap untuk groundbreaking. Rutenya adalah Cibubur-Cawang, Bekasi Timur-Cawang kemudian dari Cawang-Dukuh Atas.

"Targetnya sih kalau semua lancar Agustus ini (groundbreaking). Perpresnya target akan diajukan ke Presiden minggu depan," ujarnya usai rapat koordinasi di kantor Kemenko Perekonomian.

Rini menuturkan, lamanya penerbitan Perpres karena adanya penyesuaian dengan tata kota Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Khususnya dalam penempatan stasiun.

"Semua pada dasarnya setuju dibΓ ngun LRT dan MRT secepatnya. Cuma ada satu dua hal yang masih difinalisasi dengan DKI sehubungan dengan stasiun-stasiun," jelasnya.

Siap Beroperasi 2018

Proyek pembangunan Light Rapid Transit (LRT) Jabodetabek akan dimulai pada 17 Agustus 2015 dengan rute awal adalah Cawang-Dukuh Atas. Sesuai permintaan Jokowi proyek ini harus diselesaikan dalam waktu cepat.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menuturkan proyek ini bisa selesai dalam waktu tiga tahun. Sebab tidak ada lahan yang harus dibebaskan. Karena bisa menggunakan tepi jalan tol untuk jalur rel-nya.

"Nggak pake (pembebasan lahan), karena pakai jalur di tol. Dari Bogor sampai ke Cawang, Cawang sampai ke Dukuh Atas," ujarnya di Kantor Presiden.

Basuki juga telah memberikan izin kepada Adhi Karya yang ditugaskan pemerintah untuk membangun proyek tersebut.

"Saya hanya memberi izin, selesainya saya kira bisa 2018," imbuhnya.

Rute Pembangunan LRT

Rute awal pembangunan LRT ini alias Tahap I bisa dimulai tahun ini. Rutenya, Cibubur-Cawang, Bekasi Timur-Cawang kemudian dari Cawang-Dukuh Atas.

Pengembangan angkutan massal oleh perusahaan pelat merah ini tidak berhenti begitu saja, tapi dilanjutkan dengan Tahap II. Adhi Karya akan menyambungkan rute LRT itu sampai ke Bogor.

"Fase II itu ada rute Cibubur-Bogor," kata Direktur Operasi V Adhi Karya, Pundjung Setya Brata di Kemenhub.

Tarif LRT Tak Disubsidi

Menteri BUMN Rini Soemarno β€Žmengatakan tarif moda transportasi ini tidak akan disubsidi oleh pemerintah. Sehingga dalam penghitungannya tarif LRT berkisar Rp 1.000 per km.

"Tarif masih difinalisasi. Kalau dihitung kemaren Rp 1.000 per km. Rencananya nggak ada subsidi," ungkap Rini usai rapat koordinasi di kantor Kemenko Perekonomian.

Sebelumnya, Direktur Keuangan Adhi Joko Prabowo, mengatakan tarif tiket LRT masih terjangkau oleh masyarakat. Sehingga diharapkan masyarakat yang biasa menggunakan kendaraan pribadi bisa beralih ke transportasi massal ini.

"Teman-teman yang rumahnya di Cibubur dengan tarif Rp 30.000, akan shifting (beralih) ke LRT," kata Joko beberapa waktu lalu.
Halaman 2 dari 5
(mkl/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads