Pameran tentang peluang investasi dan produk kelautan dan perikanan diikuti seluruh provinsi, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten/Kota, serta melibatkan pelaku usaha pengolahan dan pemasaran hasil perikanan.
Menurut Saut P. Hutagalung, Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, tujuan utama pameran tersebut untuk mempromosikan peluang usaha dan investasi kelautan dan perikanan Indonesia dan memfasilitasi terjadinya kontak langsung antara peserta pameran dengan investor maupun buyers, sehingga nantinya terjadi kesepakatan dan kerjasama bisnis yang saling menguntungkan.
"Sektor kelautan dan perikanan memiliki peran yang strategis, menjadi lokomotif dan penggerak utama bagi akselerasi pembangunan nasional yang berbasis sumberdaya alam," ujarnya.
Sektor kelautan dan perikanan ini telah terbukti berkontribusi besar dalam pelaksanaan program nasional dengan pengentasan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja dan penyerapan tenaga kerja, dan menggerakkan pertumbuhan ekonomi serta pelestarian lingkungan.
Selain itu tujuan industrialisasi bidang perikanan ini untuk mewujudkan percepatan peningkatan pendapatan nelayan,pembudidaya, pengolahan dan pemasaran serta petambak garam, sedangkan sasaran yang dicapai adalah meningkatnya skala dan kualitas produksi, produktivitas, daya saing dan nilai tambah sumber daya kelautan dan perikanan, guna mewujudkan tujuan dan sasaran industrialisasi kelautan dan perikanan tersebut peranan investasi penanaman modal baik dalam negeri maupunn modal asing.
"Kerjasama perdagangan dalam rangka peningkatan ekspor menjadi sangat penting," kata Saut.
Sementara kerjasama bidang kelautan dan perikanan saat ini terus dikembangkan dengan sejumlah negara ASEAN dan Asia juga negara Timur Tengah, Australia, Eropa, Amerika dan negara lainnya. Khusus hubungan bilateral antara Indonesia-Singapura, Indonesia-Malaysia memiliki pondasi yang kuat berdasarkan kesepakatan perjanjian antara kedua negara.
Brikut ini nilai investasi P2hP tahun 2010-2014:
- 2010 Rp 1,49 triliun
- 2011 Rp 1,50 triliun
- 2012 Rp 2,04 triliun
- 2013 Rp 2,66 triliun
- 2014 Rp 3,21 triliun
Saut menambahkan untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang digelar pada akhir tahun 2015 yang diikuti seluruh perwakilan dari negara ASEAN, perlu peningkatan produk unggulan dari hasil perikanan dari setiap kabupaten dan provinsi ke depannya.
(ang/ang)










































