Secara letak, Pelabuhan Humburg punya keunikan karena letaknya berada dalam aliran Sungai Elbe di Kota Humburg karena ditopang dalamya Sungai Elbe. Hal ini berbeda dengan pelabuhan-pelabuhan lainnya yang biasa ada di Indonesia yang umumnya di tepi laut.
Sekilas pandangan mata tak ada yang berbeda jauh antara Pelabuhan Humburg dengan pelabuhan yang ada di Indonesia, ramainya crane dan kontainer menjadi pemandangan umum sebuah pelabuhan. Namun bila diperhatikan lebih seksama, di pelabuhan ini terdapat tiang-tiang putih yang sangat tinggi lengkap dengan baling-baling, ya itu lah pembangkit listrik tenaga angin atau kalau di Indonesia biasa disebut Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB).
Selain PLTB juga ada solar cell, dan yang paling menarik adalah pembangkit listrik di kapal alias power plant mengambang yang bersumber dari Liquefied Natural Gas (LNG). Prinsip pelabuhan pintar terbagi dua hal utama yaitu soal energi dan logistik.
Dalam forum IAPH, di CCH, Hamburg, Rabu (3/5/2015), Head of Corporate Management and Public Affair HPA Lutz Birke mengatakan, untuk sumber energi dari angin pihaknya sudah menggunakannya sejak dikembangkannya smartport di Pelabuhan Hamburg beberapa tahun lalu.
Dengan beberapa kincir listrik yang ada di Pelabuhan Hamburg, mampu menghasilkan listrik sebesar 2,4 Megawatt, sehingga bisa menekan emisi CO2 sebanyak 4.600 ton.
Mau tahu lebih lanjut soal 'Pelabuhan Pintar di Jerman, ikuti berita detikFinance berikutnya.
(hen/rrd)











































