Dana Pengadaan Seribu Bus Dipastikan Membengkak

Dana Pengadaan Seribu Bus Dipastikan Membengkak

- detikFinance
Jumat, 18 Feb 2005 15:15 WIB
Jakarta - Dana pengadaan 1.000 bus pada program debt swap dengan Inggris dipastikan membengkak. Pasalnya hingga kini DPR belum memberikan persetujuan alokasi anggaran untuk pengadaan bus tersebut."Tenggat waktunya menurut Daimler Chrysler itu kan tanggal 21 Pebruari artinya kalau tanggal itu belum menandatangani perjanjian mereka mau menaikkan lagi harganya," kata Dirjen Perbendaharaan Negara, Depkeu, Mulia P Nasution, Jumat (18/2/2005).Awalnya Daimler Chrysler yang ditunjuk oleh pihak Inggris sebagai suplier pengadaan 1.000 bus memberikan biaya sebesar Rp 675 miliar. Namun tampaknya dana itu akan membengkak menjadi sekitar Rp 690 miliar."Kalau Senin nanti perjanjian dengan Daimler Chrysler (produsen bus bermerk Mercedes) belum jadi, maka kita harus lebih keras lagi negosiasinya," kata Nasution. Namun demikian pemerintah juga masih akan menegosiasikan dengan ANZ Bank untuk mendiskusikan kemungkinan membeli bus dari pihak lain.Menyangkut penyediaan dana anggaran, Mulia mengatakan, nantinya harus dimasukan dalam APBN-P(perubahan) sehingga harus ada persetujuan dari DPR. Nantinya, kata Mulia, bisa saja Departemen perhubungan sebagai executing agency untuk mengelola bus tersebut. "1.000 bus itu nantinya akan digunakan untuk peremajaan bus Damri dan PPD," katanya.Seperti diketahui, pemerintah Inggris telah menyetujui pemberian debt swap kepada Indonesia dalam bentuk pengadaan 1.000 bus dimana pelaksanaannya ANZ Bank yang melaksanakan program debt swap. Namun pemerintah Inggris meminta untuk pengadaan bus harus lewat pihak ketiga dan saat ini perusahaan pembuat bus Mercedes yakni Daimler Chrysler sebagai perusahaan suplier 1.000 bus itu. (mar/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads