Β
Agar para petani tidak mengalami kerugian cukup besar, Kementerian Pertanian (kementan) menyarankan agar lahan karet bisa dipakai untuk ditanami tanaman pangan dengan sistem tumpang sari.
"Digalakkannya tumpang sari antara karet dengan tanaman pangan seperti jagung dan kedelai. Jika harga turun seperti sekarang, petani masih bisa dapat untung dari hasil tanaman pangan tumpang sari tadi," ungkap Direktur Perkebunan, Kementan Herdrajat saat ditemui di Gedung Kementan Ragunan, Jakarta, Kamis (4/6/2015).
Selain itu, di saat harga karet sedang anjlok, Kementan juga akan melakukan re-planting terhadap perkebunan karet rakyat. Herdrajat mengatakan mayoritas usia tanaman karet saat ini berusia tua yaitu lebih dari 30 tahun. Imbasnya adalah penurunan produktivitas getah karet nasional.
"Ditjen Perkebunan juga berinisiatif selama harga rendah, kita lakukan re-planting karena tanaman-tanaman di kebun usianya sudah lebih dari 30 tahun," imbuhnya.
Lalu cara lainnya adalah meminta karet mentah lebih banyak diserap oleh pelaku industri di dalam negeri. Selama ini, mayoritas karet diekspor dalam bentuk mentah. Dari total produksi karet mentah nasional per tahun mencapai 31 juta ton, hanya terserap 20% untuk kebutuhan domestik, sisanya diekspor.
Menurut Herdrajat, karet tidak hanya digunakan sebagai bahan baku pembuat ban. Karet juga dapat dipakai sebagai bahan campur aspal hingga dapat digunakan di proyek infrastruktur lainnya.
"Contohnya Kementerian PU akan serap karet alam dalam bentuk lateks untuk campuran aspal. Akan digunakan untuk jembatan-jembatan yang berbahan karet alam. Industri ban pesawat terbang juga akan diinisiasi untuk gunakan karet alam," tuturnya.
(wij/rrd)











































