detikFinance, Kamis (4/5/2015), sempat mengunjungi kawasan CTA seluas 100 hektar yang merupakan bagian dari Pelabuhan Hamburg. Total luas pelabuhan Hamburg yang dibelah oleh Sungai Elbe luasnya mencapai 7.200 hektar atau 10% dari total luas Kota Hamburg.
Pelabuhan kontainer untuk ekspor-impor dan transhipment ini berbasis smartport atau 'pelabuhan pintar' yang dikembangkan sejak 2002.
Kecanggihan Pelabuhan Hamburg, disampaikan oleh Kapten Michael Th. Bieschke dari HPC Hamburg Port Consulting GmbhH yang mengajak keliling di kawasan CTA.
Menurut Michael dari seluruh pergerakan barang di CTA, 90% digerakkan secara otomatis, sisanya masih manual. Dari 100 hektar kawasan terminal petikemas ini, ada kawasan khusus yang merupakan area otomatisasi yang semua pergerakan benda dilakukan secara otomatis tanpa campur tangan manusia.
Di sini lah para truk tanpa 'kepala' dan pengemudi bergerak mondar-mandir di kawasan yang dikhususkan untuk pergerakan otomatis, selain itu ada sedikit area yang masuk sebagai zona manual yang sangat terbatas areanya.
Para truk ini bergerak dari tepi dermaga pelabuhan CTA hingga ke lapangan penempatan kontainer. Selain itu, ada yang menarik lagi yaitu pergerakan crane-crane 'raksasa' yang jumlalhnya capai 20 unit juga bolak-balik menaikkan dan menurunkan kontainer dari kapal ke lapangan tempat pengumpulan kontainer atau sebaliknya menuju kapal.
Berbeda dengan sistem manual, tenaga manusia masih dibutuhkan di atas crane sebagai pusat pengendali dengan tongkat pengendali di ruangan khusus.
Michael mengatakan meski otomatis, kemampuan dari robot-robot pelabuhan ini sangat bisa diandalkan. Ia mengatakan presisi penempatan kotak-kotak kontainer ke truk atau saat penumpukan di lapangan, punya tingkat penyimpangannya sangat rendah atau kurang dari 1 cm artinya presisinya sangat tinggi.
Semua proses hanya dikontrol oleh kurang lebih 8 orang yang bekerja di ruang kontrol yang letaknya jauh dari area otomatis.
Keberadaan truk yang berkemudi manusia, hanya terlihat di sisi paling belakang pelabuhan kontainer khususnya yang akan mengangkut kontainer ke luar pelabuhan tersibuk dan terbesar kedua di Eropa ini.
Nyaris semua proses dalam kegiatan di CTA sudah otomatis, tak banyak pekerjaan manual di sini. Contoh lainnya adalah proses bea cukai di pelabuhan ini sangat sederhana, karena barang yang akan keluar atau masuk pelabuhan hanya proses di-scan di pintu otomatis.
"Di sini persoalan bea cukai bukan lagi isu utama," kata Michael, di kawasan Pelabuhan Hamburg, Jumat (5/5/2015)
Terkait penggunaan sistem otomatis ini, karena di Eropa biaya atau ongkos tenaga kerja sangat tinggi. Adanya mesin-mesin otomatis dapat memangkas jumlah tenaga kerja hingga 50% dari seharusnya.
Saat ini di CTA ada hanya 500 karyawan yang bekerja dari seharusnya ribuan pekerja. Namun penggunaan alat otomatis ini tak selalu berbanding lurus dengan tingkat produktivitasnya dibandingkan dengan yang manual dan perawatannya yang butuh tingkat pengawasan yang tinggi.
(hen/ang)











































