Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin menyatakan, kenaikan harga jengkol yang cukup tajam tidak akan berpengaruh signifikan terhadap pergerakan inflasi di bulan Juni 2015.
"Yah nggak apa-apalah. Paling kan nggak banyak lah dampaknya terhadap inflasi," kata Suryamin saat ditemui di Istana Bogor, Jumat (5/6/2015).
Kemudian suryamin juga mengatakan bila jengkol bukan sebagai makanan pokok orang Indonesia. Kebutuhan dan permintaan jengkol di Indonesia jumlahnya cukup sedikit.
"Nggak, kan cuma di Jabar (Jawa Barat) dan lainnya. Lagian untuk bulan puasa, kan jengkol tidak terlalu jadi komoditi yang perlu diperhatikan," tambahnya.
Sekarang ini, pemerintah hanya fokus melihat pergerakan harga serta mengatur distribusi bahan-bahan pokok seperti beras dan lainnya. Cara itu dinilai penting terutama menekan inflasi menjelang puasa.
"Yang penting itu beras, lauk pauk, cabai, ayam ras, minyak goreng," katanya.
(wij/rrd)











































