Inflasi Banyuwangi Tertinggi di Jawa Timur

Inflasi Banyuwangi Tertinggi di Jawa Timur

Putri Akmal - detikFinance
Sabtu, 06 Jun 2015 13:12 WIB
Inflasi Banyuwangi Tertinggi di Jawa Timur
Banyuwangi - Pada Mei 2015, terjadi inflasi yang cukup tinggi di Kabupaten Banyuwangi. Data Bank Indonesia (BI) menyebut inflasi Banyuwangi mencapai 0,55% dan dinilai paling tinggi dari 8 Kabupaten/Kota di Jawa Timur.

Angka ini melebihi inflasi Jawa Timur yang mencapai 0,41%. Jumlah ini berbeda dari empat bulan sebelumnya yang dianggap cukup rendah dan stabil di Jawa Timur.

“Banyuwangi inflasinya dinilai paling tinggi di Bulan Mei ini sebesar 0,55%, padahal mulai Januari hingga April Banyuwangi inflasinya rendah,” ungkap Deputi BI Jember, Muhammad Lukman Hakim saat ditemui detikFinance di Hotel Aston Jember, Sabtu (6/6/2015).

Meski di Mei Banyuwangi merupakan kabupaten dengan inflasi tinggi, 7 Kabupaten/Kota di Jatim juga alami hal serupa. Di antaranya, Probolinggo (0,46%), Malang (0,45%), Surabaya (0,39%), Madiun (0,34%) dan Kediri (0,21%).

Kenaikan inflasi yang sangat signifikan di Banyuwangi ini, sambung Lukman, dipicu oleh faktor harga beberapa kebutuhan pokok yang tiba-tiba naik dengan cepat. Semisal, beras, minyak, telur, tepung dan daging.

Risiko inflasi yang tergolong tinggi ini disebabkan adanya momen menjelang bulan Ramadan. Selain itu beberapa kegiatan besar di Banyuwangi seperti MTQ Provinsi, Porseni Jatim, Porprov dan agenda Banyuwangi Festival juga dinilai ikut mendorong konsumsi masyarakat meningkat yang tidak diimbangi dengan distribusi barang.

Menyikapi hal ini, pihak BI berharap agar Pemkab setempat bisa segera melakukan evaluasi koreksi harga kebutuhan pokok dan menggelar operasi pasar murah di wilayahnya.

“Kita harap Pemkab setempat bisa segera lakukan kontrol dan koreksi harga di pasar-pasar dan lakukan operasi pasar murah dalam jadwal pada pertengahan bulan Juni dan sudah kami tentukan,” tandasnya.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads