"Bandara saya pikir keamanannya harus ditingkatkan, tadi itu rusak-rusak X-raynya, jadi itu harus diperbaiki, kalau perlu harus ada cadangan, dan pagar, lalu penerangan runway, alat navigasi runway sehingga tidak usah manual, jadi bisa pendaratan malam dan sebagainya. Kalau rusak ya diperbaiki," kata Jonan di Bandara Frans Seda, Maumere, Minggu (7/6/2015).
Runway di Bandara Frans Seda, menurut Jonan sudah cukup untuk landasan pesawat jenis Boeing 737. Namun Jonan menyebut, alat navigasi harus diperbaharui agar dapat beroperasi pada malam hari.
"Ini cukup runway-nya, cuma alat navigasi harus disempurnakan, dan alat untuk penggunanaan runway di malam hari," tuturnya.
Bandara Frans Seda saat ini bandara beroperasi sejak pukul 07.00 WITA sampai pukul 17.00 WITA. Agar bisa dioperasikan malam hari, dibutuhkan sumber daya manusia yang cukup. Saat ini, kendala bandara tersebut tak beroperasi malam hari ialah karena minimnya sumber daya manusia.
"Ya ditambah, nanti saya tambah," ucapnya.
Dalam kunjungannya ke NTT kali ini, menurut Jonan, dirinya lebih cenderung untuk memperbaiki air side atau sisi udara seperti perbaikan kualitas runway atau landasan pacu yang kurang panjang atau kurang lebar. Juga terkait peralatan navigasi yang harus diperbaiki.
"Kemarin saya dengan Pak Ketua Komisi V itu, karena takut itu tak bisa mendarat, kurang panjang dan sebagainya, harus bolak-balik itu dari Tambolaka ke Lombok dulu. Kalau peralatan navigasi udara diperbaiki semua, bisa banyak bandara alternatif. Kan disini (NTT) banyak bandara tutup kalau malam kecuali Kupang," jelasnya.
Dalam blusukannya ke NTT itu juga Jonan menyebut, Kementerian Perhububngan bakal meluncurkan kapal pengangkut barang dan logistik tetap dan berjadwal. Dia menyebut, akan ada 64 rute kapal 'tol laut' yang bakal hilir mudik di laut Indonesia.
"Itu dari barat ke timur, itu pakai sistim cluster, misal dari Surabaya, Tanjung Perak, Priok dan sebagainya. Misalnya ini ya, masuk ke wilayah provinsi di NTT, dia keliling seminggu, terus keluar lagi, pindah, terus balik lagi ke barat, terus nanti keliling lagi, jadi semua ada jadwalnya. Yang sekarang, yang ada itu hanya angkutan penumpang yang terjadwal, passenger liner namanya, Pelni yang jalankan atau kapal perintis. Nah, kita coba (angkutan barang), mudah-mudahan Juli lah paling lambat itu sudah jalan, itu ada kira-kira 64 rute dibagi 6 atau 8 line kalau gak salah," tutupnya.
(idh/zul)











































