Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengaku sudah mendengar soal kabar tersebut. Namun Amran menegaskan persoalan tersebut bisa tanya ke pihak Kementerian BUMN sebagai kementerian terkait.
"Saya dengar kabar seperti. Tanya menteri BUMN tapi saya sudah dapat kabar itu bukan pemecatan tapi penyegaran kenapa sih sadis gitu," kata Mentan Amran di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakpus, Senin (8/6/2015)
Amran mengatakan, di kabinet Jokowi proses pengawasan kinerja terus dilakukan secara berlanjut. Setiap menteri atau pejabat pemerintahan termasuk BUMN dapat evaluasi.
"Kita ini ditarget harus dievaluasi mingguan oleh presiden di cek sampe mana kejar target. Bukan hanya Dirut Bulog tapi kami semua akan dievaluasi," katanya.
Ia mengatakan, penyegaran di tubuh Perum Bulog juga dalam rangka meningkatkan peran dan fungsi dari Perum Bulog. Bulog akan difokuskan sebagai lembaga yang murni menstabilkan harga, tak ada lagi fungsi bisnis. Selain Beras, fungsi Bulog akan mengendalikan harga pangan seperti jagung dan kedelai.
"Sekarang ini kita mengubah sistemnya jadi yang dulu berorientasi profit menjadi Bulog stabilisator dan masuk ke petani jadi langsung masuk ke tingkat petani jadi langsung hadir di tengah petani," katanya.
(hen/rrd)











































