RI Punya Harta Karun Kapal di Bawah Laut Rp 127 Triliun

RI Punya Harta Karun Kapal di Bawah Laut Rp 127 Triliun

Wiji Nurhayat - detikFinance
Senin, 08 Jun 2015 14:10 WIB
RI Punya Harta Karun Kapal di Bawah Laut Rp 127 Triliun
Jakarta - Indonesia salah satu negara terbesar yang memiliki kekayaan harta karun di bawah laut atau Barang Muatan Kapal Tenggelam (BMKT). Data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), terdapat 464 titik lokasi.

Sekjen Asosiasi Perusahaan Pengangkatan dan Pemanfaatan Benda Berharga Asal Muatan Kapal yang Tenggelam Indonesia (ASPBMKT) menghitung nilai harta karun di 464 titik tersebut sekitar Rp 127,6 triliun.

"Potensi BMKT kita luar biasa. Perhitungannya seperti saat pengangkatan di Cirebon (2005) itu laku US$ 30 juta dengan catatan baru sebagian. Kalau dihitung rata-rata satu lokasi saja US$ 15 juta-40 juta atau rata-rata US$ 27,5 juta dikali 464 lokasi itu sudah berapa triliun Rp 127,6 triliun," tutur Sekjen ASPBMKT Harry Satrio saat diskusi soal harta karun bawah laut di Hotel Ambhara, Blok M, Jakarta, Senin (8/6/2015).

Ia menambahkan mayoritas titik lokasi BMKT di dalam negeri tersebar di Selat Malaka dan Pantai Selatan Jawa. ‎Harry mengaku punya alasan kuat mengapa persebaran BMKT banyak di kedua lokasi tersebut.

‎"Indonesia dikenal jalur sutra dan pada abad 5-17 mayoritas perdagangan lewat Selat Malaka. Lalu Pelabuhan Ratu adalah pusat perdagangan para pedagang dari Timur Tengah di abad 14. Itulah potensi tempat kapal tenggelam," tambahnya.

Hanya saja, besarnya potensi BMKT di dalam negeri baru sedikit yang bisa dimanfaatkan dan diangkat oleh pengusaha nasional karena berbagai kendala teknis. Selama ini pengangkatan harta karun sudah ada aturannya oleh pemerintah dengan sistem bagi hasil.

"Bisnis harta karun di dunia sangat potensial, tetapi di kita pemainnya sedikit. Perusahaan yang mengajukan survei baru ada di 70 lokasi, yang survei diajukan 40 lokasi sedangkan pengangkatan baru di 15 lokasi. Lelang resmi baru di 2 lokasi ," cetusnya.

Menurut catatan ‎Badan Research Kelautan dan Perikanan (BRKP) Indonesia memiliki 464 titik lokasi BMKT. Perseberannya sebagai berikut:



  • Selat Bangka 7 lokasi
  • Belitung 9 lokasi
  • Selat Gaspar 5 lokasi
  • Selat Karimata 3 lokasi
  • Perairan Riau 17 lokasi
  • Selat Malaka 37 lokasi
  • Kepulauan Seribu 18 lokasi
  • Perairan Jawa Tengah 9 lokasi
  • Karimun Jawa 14 lokasi
  • Selat Madura 5 lokasi
  • NTB/NTT 8 lokasi
  • Pelabuhan Ratu 134 lokasi
  • Selat Makassar 8 lokasi
  • Perairan Cilacap 51 lokasi
  • Perairan Arafura 57 lokasi
  • Perairan Ambon 13 lokasi
  • Perairan Halmahera 16 lokasi
  • Perairan Morotai 7 lokasi
  • Teluk Tomini 3 lokasi
  • Papua 32 lokasi
  • Kepulauan Enggano 11 lokasi
(wij/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads