Deputi BUMN Bidang Usaha Agro dan Industri Strategis, Kementerian BUMN
Muhammad Zamkhani menjelaskan alasan keputusan tersebut.
"Kemarin pada saat dipilihnya Bu Lenny, Sebenarnya dia (Djarot) juga salah satu calon. Tapi yang terpilih Bu Lenny. Namun, seiring berkembangnya waktu, dengan target Pak Presiden kenceng untuk menyerap beras sebanyak-banyaknya. Tapi Bu Lenny tidak bisa mencapai target itu," ungkap Zamkhani ditemui di Kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (8/6/2015).
Tantangan pertama bagi Dirut Bulog yang baru kata Zamkhani, adalah menyerap sebanyak mungkin beras petani lokal dari panen raya yang terjadi pada Mei-Juni 2015.
"Nah ini kan panen raya sekitar Mei-Juni, dan akan mencapai puncaknya dan berakhir di akhir Juni atau Juli ini, mumpung masih ada waktu, mudah-mudahan jangan sampai terlambat dengan panen raya," katanya.
Ia menegaskan, pemilihan Lenny Sugihat bukan karena Kementeriannya salah pilih. Tetapi, saat seleksi Dirut Bulog, Lenny memberikan visi-misi baik jangka pendek, menengah, dan jangka panjang.
"Bu Lenny sudah berbuat banyak untuk perbaikan Bulog, dia buat jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang, tetapi jangka pendeknya ini dia tidak bisa memenuhi. Bukan salah beliau juga. Kemungkinan juga banyak faktor yang menyebabkan," ungkapnya lagi.
(rrd/hen)











































